Ternate Kota Rempah

Oleh: Diman Abaela

(Penyuluh Pertanian Kota Ternate)

Umur Ternate sudah mencapai 771 tahun, dan ini menunjukan Ternate sebagai sebagai kota yang maju dalam promosi rempah di kanca dunia.

Rempah-rempah di Kota Ternate fariatif, yang dominan adalah cengkih, pala dan kelapa. Cengkih sebagai komoditas yang menjadi icon sehingga Ternate dijajah oleh bangsa asing dengan ratusan tahun.

Cengkih adalah tanaman yang terbanyak yang diusahakan petani. Sekarang bukan hanya panen buah, tetapi turunan produksinya sudah mulai dimanfaatkan oleh petani. Turunan produknya adalah minyak atsiri.

Tanaman pala adalah potensi kedua rempah yang dimiliki kota rempah ini. Pala juga turunan produksinya ada, yaitu sirup pala, salei, manisan, kerupuk, bahakan permen pala.

Yang jadi masalah bagaimana promosi hasil turunan cengkeh dan pala sebagai rempah mendunia. Ini butuh kolaborasi kerja agar petani menjadi serius dalam pengolahan hasil turunan produksi tersebut.

Tanaman kelapa juga ambil bagian dalam promosi rempah, kenapa karena mendapat urutan ketiga dalam pilihan bercocok tanam oleh para petani. Selain kopra, mereka juga jual batok. Selain dua produk ini, kota Ternate lewat bidang penyuluhan dinas pertanian kota Ternate sudah melakukan eksperimen VOC (virgin oil coconut).

Minyak kelapa juga sudah diproduksi oleh leluhur Ternate. Mereka panen kelapa kering untuk di olah menjadi minyak goreng. Dan minyak goreng ini adalah minyak yang harum bila dalam memasak. (*)

 

 

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks