TP PKK Kota Ternate Launching Bank Sampah Andalan

Walikota Ternate bersama TP PKK Kota Ternate memulai gerakan sadar sampah melalui launching Bank Sampah Andalan. (foto: umam/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id – Tidak sekadar mengatasi kebersihan kota, Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ternate mempotensikan sampah sebagai objek yang bernilai ekonomi. Hal itu diawali dengan Launching Bank Sampah Andalan.

Dalam rangkaian HAJAT (Hari Jadi Ternate) ke-771, Ketua TP PKK Kota Ternate Marliza M. Tauhid memulai program Gerakan Masyarakat Sadar Sampah dengan melibatkan para kader PKK di kelurahan serta stakeholder lainnya.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkupan Hidup (DLH) Kota Ternate M. Syarif Chan menyatakan, gerakan ini member dampak yang cukup signifikan, baik terhadap upaya membangun sadar sampah maupun nilai ekonomi dari sampah itu sendiri. “Dalam seminggu sejak keberadaan bank sampah, sudah terkumpul 3 ton sampah plastik yang nilai jualnya Rp1.500/kg. Kami sudah jual 1 ton dengan harga Rp1,5 juta. Hasil penjualan diberikan kepada mereka yang berhak dalam bentuk sembako. Kini stok masih ada 2 ton lagi,” jelas Syarif di sela-sela acara launching Bank Sampah Andalan oleh Ketua TP PKK Kota Ternate, Minggu (26/12) kemarin.

Pada acara launching Bank Sampah Andalan itu, Walikota Ternate Dr. M. Tauhid Soleman, M.Si menyatakan Pemkot akan memberikan perhatian serius terhadap sejumlah barangka (kali mati) yang saat ini dipenuhi sampah. “Setiap hujan, pasti sampah dari barangka yang hanyut bertumpuk di pesisir pantai. Ini akan jadi perhatian kita ke depan,” tandasnya.

Seperti diketahui gerakan sampah di kota Ternate merupakan kerja sama TP PKK dengan DLH dan Dinas Kesehatan Kota Ternate. Dalam gerakan sampah ini, selain launching bank sampah, ada dua  rangkaian kegiatan lain yakni festival barangka dan festival proper.

Festival barangka dikhusukan untuk 3 kecamatan, yakni Ternate Selatan, Ternate Tengah, dan Ternate Utara. Fokus penilaiannya selain kebersihan juga pemanfaatan barangka dengan kegiatan produktif. Sedangkan untuk festival proper, pesertanya industri parawista (hotel dan restoran) yang penilaiannya focus pada ketaatan terhadap lingkungan seperti penanganan sampah, sistem drainase, instalasi pengolahan air limbah, ruang terbuka hijau dan penghematan energi.(mg-11)

 

 

 

Laporan: Ihdal Umam

Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks