Putusan Ringan Jaksa Jual Narkoba, Begini Kata Akademisi

Iskandar Yoisangaji. (istimewa)

Ternate, malutpost.id — Vonis 6 tahun terhadap Stepanus Peter Imanuel, salah satu jaksa di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara karena menjual barang bukti narkoba oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ternate, menuai sorotan berbagai pihak.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Iskandar Yoisangadji menilai putusan terlalu ringan. Pasalnya, ia dituntut 10 tahun Jaksa Penuntut Umum.

Menurutnya, putusan tersebut menjadi kewenangan majelis hakim, namun mhakim harusnya melihat secara utuh kasus tersebut termasuk menimbang perbuatan pelaku.

“Kalau saya melihat keputusan itu merupakan kewenangan majelis hakim tetapi kita harus lihat bahwa putusan pengadilan itu apakah dia itu lebih tinggi dari tuntutan jaksa atau seperti apa,” kata Iskandar pada malutpost.id, Kamis (6/1/2022).

“Pengamatan saya tuntutan 10 tahun terus putusannya 6 tahun ini yang harus ditelaah lagi jauh lebih ke dalam secara hukum,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam hukum pidana penerapan sanksi harus dilakukan sesuai kadar perbuatannya yang telah diatur sesuai dengan tinggi rendah perbuatan terdakwa apalagi, terdakwa merupakan aparat penegak hukum.

“Padahal yang bersangkutan penegak hukum juga,” kata Iskandar.

Dia juga mempertanyakan alasan dan dasar majelis hakim untuk membuat putusan yang lebih ringan.

Sementara, terpidana juga mengajukan banding atas putusan pengadilan. Untuk fitur, Iskandar menyarankan, JPU juga menempuh langkah serupa atas putusan ringan majalis hakim.

“Tidak hanya terdakwa yang melakukan tetapi jaksa juga harus melakukan upaya banding karena putusannya itu sudah dibawah dari sepertiga dari tuntutan jaksa,” ujarnya.

“Dari 10 tahun ke putusan 6 tahun ini kan sangat jauh. Kalo menurut saya sangat ringan untuk aparatur hukum, jadi upaya hukum jaksa melakukan banding itu sangatlah tepat,” kata Iskandar.

Informasi yang diperoleh malutpost.id pada hari ini JPU yang menangani perkara tersebut telah melakukan upaya banding di Pengadilan Tinggi Malut.

Seperti diketahui pada beberapa waktu lalu Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ternate, menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan.

Stepanus Peter Imanuel terbukti bersalah telah memperjualbelikan narkotika golongan I berupa ganja kering yang beratnya melebihi 1 kilogram. Menangapi putusan hakim terdakwa lalu mengajukan upaya banding.

Terdakwa dikenakan Pasal 114 ayat (2) Junto, Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Stepanus Peter Imanuel diamankan pada Rabu, 3 Februari 2021 sekitar pukul 23.20 WIT di kamar kosnya di Kelurahan Stadion, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.

Dari tangan terdakwa berhasil diamankan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman berupa jenis ganja kering yang beratnya melebihi 1 kilogram. (mg-06)

 

 

Laporan: Muhlis Idrus

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks