Dari Webinar KPCPEN dan Diskominfosandi Malut: Bahas Manfaat Program PEN dan BSU Selama Pandemi

Webinar yang digelar KPCPEN terkait program pemulihan ekonomi nasional melalui zoom, Rabu (25/11/2020). (istimewa) 

Ternate, malutpost -- Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Maluku Utara (Malut) menggelar webinar yang berlangsung selama dua hari.

Webinar ini terbagi dalam 4 sesi ini yakni sesi pertama dan kedua berlangsung Selasa 24 November 2020 dengan tema "Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Pencegahan Covid-19" dengan narasumber Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Malut, dr. Alwia Assagaf. Kemudian sesi kedua, bertema “Vaksin Aman Masyarakat Sehat" dipaparkan oleh Analis Kesehatan pada Seksi Surveilans dan Imunisasi, Irwan A. Hi. Mustafa.

Sesi tiga dan empat berlangsung pada Rabu 25 November 2020 dengan tema “Manfaat Program PEN bagi UMKM” dengan pemateri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Wa Zahira dan sesi empat bertema “Manfaat Bantuan Subsidi Upah” bagi Pekerja di Masa Pandemi dengan Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Malut, Dra Irnawati Dahman.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Wa Zaharia mengatakan, selama masa pandemi terdapat 83 persen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merasa terbantu atas berbagai program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang diberikan oleh pemerintah. Hal tersebut, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Mandiri Institute di berbagai daerah di Indonesia.

"Head of Mandiri Institute mengatakan, dari survei yang didapatkan, persepsi pelaku UMKM sebanyak 46 persen responden merasa bantuan pemerintah melalui PEN sangat membantu, 37 persen pelaku UMKM merasa bantuan pemerintah cukup membantu, dan 17 persen responden merasa tidak terbantu atas PEN," ungkap Wa Zaharia.

Zaharia menjelaskan, berdasarkan survei Asian Development Bank (ADB) terkait dampak pandemi Covid-19 terhadap UMKM di Indonesia, terdapat 50 persen koperasi usaha mikro kecil menengah (KUMKM) menutup usahanya, 88 persen usaha mikro kehabisan kas (modal) dan tabungan, serta 60 persen usaha mikro mengurangi tenaga kerja. Untuk UKM Malut , lanjutnya, berjumlah 112. 489 tersebar di 10 kabupaten/kota, yang terakses program PEN melalui banpres produktif bagi usaha mikro (BPUM) 24.588 UKM, subsidi bunga KUR 10.249 UKM, subsidi bunga non KUR 25.336 UKM.

Sisanya belum terakses PEN 52.316 UKM, dalam usulan BPUM 45.098 UKM, serta 7.222 UMKM belum mengakses PEN. "Jadi program ini menjadi tambahan modal bagi para pelaku usaha mikro agar usahanya tetap berjalan di tengah pandemi, dan membantu mengurangi angka kemiskinan maupun pengangguran," jelasnya.

Lanjut Zaharia, target nasional melalui BPUM senilai Rp 28,8 trilyun kepada 12 juta usaha mikro. Untuk Malut, yang telah diusulkan oleh Dinas Koperasi dan UKM per 20 November 2020 sebanyak 69.682 usaha mikro di seluruh daerah di Malut. Kuota BPUM untuk Malut sendiri sebanyak 152.547 usaha mikro atau 1.27 persen dari total nasional.

Angka ini selaras dengan proporsi UMK nasional hasil SE 2016, indikator lain adalah jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin, sebaran anggota koperasi dan kondisi geografis. "Sedangkan total penerima sampai tahap 22 atau per 20 November 2020 se- Prov Malut sebanyak 24.588 usaha mikro dengan nilai Rp 59.011.200.000 artinya sisa kuota untuk Malut sebanyak 127.959," paparnya.

Di sisi lain, kata Zaharia, Pemprov juga mendorong peningkatan kapasitas SDM KUMKM melalui pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada pelaku koperasi dan UKM dengan anggaran senilai Rp2,3 miliar serta melalui gerakan bela beli produk KUMK. "Bantuan 17.000 pices masker yang dibuat oleh pelaku UMKM Malut dan dibagikan kepada pelaku UMKM se Malut serta bantuan 400 paket sebako dengan pola dari UKM ke UKM," tandasnya.

Kadis Kominfosand Malut Drs. Iksan R.A. Arsad menjelaskan, kegiatan webinar ini dalam rangka membangun sistem informasi yang strategis, lebih jauh jangkauannya ke masyarakat, dan lebih menguat di kalangan masyarakat. "Webinar ini juga akan disebarkan lebih luas oleh berbagai media online lokal, sementara untuk masyarakat lokal juga kami sediakan lewat channel YouTube untuk bisa dapat menyaksikan," kata Iksan.

Iksan menyampaikan, target utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat dan kegunaan vaksin yang aman sampai dengan program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi. "Kita sudah mengikuti narasumber menjelaskan banyak hal semoga ini bisa bermanfaat," pungkasnya. (ikh/adv)


-

Peliput : Tim

Editor   : Ikram