Menteri Ketenagakerjaan Kuker ke IWIP

MENYAPA KARYAWAN: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat menyapa karyawan IWIP Traning Center Alat Berat (Excavator), di Lelilef Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Sabtu (6/3) akhir pekan kemarin. (istimewa)

Weda, malutpost.id -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, melakukan kunjungan kerja (Kuker) ke PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Lelilef Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Sabtu (6/3) hari ini.

Kuker Menaker didampingi Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Budi Hartawan, Dirjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Suhartono,

Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kesehatan Kerja (Binwasnaker) Haiyani Rumondang, staf khusus dan jajaran Kementerian Ketenagakerjaan.

Kedatangan Menaker dan rombongan di Bandara PT. IWIP disambut secara langsung oleh Presiden Direktur PT. IWIP Xiang Binghe dan Bupati Edi Langkara.

Kuker Menaker di Kawasan IWIP bertujuan untuk melihat secara langsung lokasi training center IWIP, Smelter, PLTU dan Dermaga. Selain itu untuk menghadiri acara ceremonial Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT. IWIP dan Weda Bay Nickel (WBN).

Serta, penandatanganan MOU Ditjen Binalattas dengan IWIP, yang dihadiri Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP KEP) baik IWIP maupun WBN.

Menteri Ida Fauziyah mengatakan, Penandatanganan MoU ini sebagai bentuk komitmen Kemnaker dalam mendukung proyek prioritas pendukung perekonomian, guna meningkatkan kompetensi SDM di wilayah Indonesia timur.

MoU ini akan menjadi landasan untuk bersinergi dalam peningkatan kualitas, daya saing dan produktivitas sumber daya manusia di bidang industri pengolahan nickel, melaui penerapan pelatihan berbasis kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja.

“Kerjasama ini penting agar proses  link and match antara pendidikan dan dunia kerja bisa tercipta. Dengan sinergi tersebut, dapat dipastikan lulusan pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan industri dan lebih mudah terserap. Pada akhirnya program pelatihan vokasi akan mengurangi biaya training dan investasi SDM bagi industri. Sehingga, tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara lembaga pelatihan dan industri,” Ujar Menaker.

Lanjutnya, terkait penandatangan PKB antara PT IWIP dan serikat pekerja ini merupakan langkah maju yang patut diapresiasi. Dengan adanya PKB maka, akan ada kejelasan sisi legalitas.

Hubungan antara perusahaan dan pekerja diharapkan akan menciptakan harmoni dalam hal hubungan industrial yang akan berpengaruh positif pada produktivitas.

“Harapannya, kedepan hubungan industrial yang ada di Kawasan Weda Bay bisa terus harmonis. Kami dari Kemnaker dan pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga kerja daerah selalu berkomitmen untuk membantu menjaga keharmonisan ini,” ucapnya.

Kehadiran Kawasan Industri Weda Bay yang dikelola PT. IWIP diharapkan juga dapat membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran, meningkatkan kompetensi, daya saing dan kesejahteraan pekerja Indonesia khususnya di Provinsi Maluku Utara.

Karena itu, pemerintah mengapresiasi PT. IWIP yang membuka lapangan kerja bagi sekitar 12.000 orang pada tahun 2021 guna menunjang proyek konstruksi dan produksi smelter.

"Semoga dengan terus berkembangnya Kawasan industri weda bay, masalah ketenagakerjaan khususnya masalah pengangguran bisa teratasi. Kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Maluku Utara bisa terus meningkat," tukas Menaker.

Sementara itu, Presiden Direktur IWIP Xiang Binghe menyampaikan, perkembangan pesat IWIP selama periode ini karena mendapat dukungan kuat dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah dan tentunya dukungan dari seluruh karyawan IWIP.

IWIP selalu meyakini bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang sangat penting bagi perusahaan dan merupakan perwujudan nilai-nilai penting dari perusahaan.

Oleh Karena itu, program manajemen dan pelatihan sumber daya manusia sangat berguna dalam mengembangkan potensi karyawan dan perusahaan.

Meningkatkan kinerja dan kemampuan karyawan, sebagai penggerak penting untuk meningkatkan daya saing inti perusahaan.

"Saya mengapresiasi kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Dr. Hj. Ida Fauziyah di Kawasan IWIP. Disela kesibukannya dalam menjalankan tugas sebagai Menteri bisa memabagi waktu untuk berkunjung ke IWIP. Melalui kunjungan Menteri ini, kedepannya kami akan mempererat kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk melakukan invosi pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia," tandas Presiden Direktur IWIP Xiang Binghe. (mpf/adv)


-

Peliput : Tim

Editor   : Fahrudin Udi