Siap Gelar Musda, Syamsul: KNPI hanya Satu

Rapimpda KNPI Malut di Hotel Grand Majang, Ahad (2/5/2021). (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara (Malut), segera menggelar musyawarah daerah (Musda) pada 27 Mei 2021 mendatang, di Halmahera Utara (Halut). 

Ini diputuskan dalam rapat pimpinan daerah (Rapimda), yang berlangsung di Aula Hotel Grand Majang, Kelurahan Stadion Kecamatan Ternate Tengah, Ahad (2/5/2021) malam ini.

Plt. Ketua KNPI Malut, Rusdi Yusuf, mengatakan, pelaksanaan Rapimda tersebut setelah dirinya bersama Imanullah selaku Plt Sekretaris diberikan amanah untuk memimpin KNPI Malut oleh pengurus pusat dibawah Ketua Umum Haris Pratama.

"Selain Ketua Haris Pratama ada juga Sekretaris dan Ketua Harian. Mereka kemudian menanyakan untuk melakukan Musda. Makanya, saya sampaikan bahwa dalam satu bulan sudah dilaksanakan,"kata Rusdi.

Sebab, lanjut Rusdi, untuk kepengurusan KNPI Maluku Utara, karateker sudah hampir 2 tahun. "Kalau saya di tanggal 30 bulan ini dilaksanakan Musda, tapi diputuskan dalam Rapimda hari ini (kemarin), musda dilaksanakan pada tanggal 27 bulan ini,"ucapnya.

Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Iskandar Idrus, menambahkan, untuk Rapimda tersebut targetnya untuk pelaksanaan musda. "Karena, sebelumnya hanya karateker, bahkan bukan hanya Bung Rusdi, tapi sudah ada juga sebelumnya,"katanya.

Namun, menurut dia, karena konsolidasi belum matang sehingga belum dilaksanakan musda untuk ketua defenitif. "Kehadiran Ketua Harian ini juga memberikan nilai tambah yang luar biasa. Sehingga, bisa mendorong percepatan pelaksanaan musda. Musda adalah agenda tunggal dalam Rapimda ini,"ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian DPP KNPI, M. Syamsul Rizal Hasdy, mengatakan, terkait dengan keberadaan KNPI, ditegaskan dia, hanya ada satu secara nasional. 

"Kalau pengurusan ada tiga, iya. Itu menurut pandangan publik. Tapi, menurut pandangan konstitusi, KNPI yang merupakan mandataris Kongres adalah Haris Pratama,"katanya.

"Jadi, mohon maaf kalau ada KNPI Kubu Fahri dan yang lain, kami tidak tahu,"sambungnya.

Dia menjelaskan, dari runutan KNPI sepanjang sejarah, harus ada mandataris kongres. Mandataris kongres itu dari Hasanudin Yusuf ke Ahmad Doli Kurnia, kemudian ke Taufan, Rifai Darus dan hasil kongres melahirkan Haris Pratama."Kongres saat itu memang ada dua kandidat, yakni Harus Pratama dan Nurfarjiansah, tapi Nurfarjiansah kalah,"jelasnya.

Sehingga, kehadiran KNPI lain, kata dia, mereka tidak tahu-menahu. Mereka tetap berpegang pada konstitusi. "Jadi, kalau ada KNPI yang lain, mungkin mereka hanya menggunakan seragam KNPI dan perkumpulan-perkumpulan saja mengatasnamakan KNPI,"katanya.

Sebab, secara kelembagaan, merujuk pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, KNPI yang sah secara hukum adalah dibawah kepemimpinan Haris Pratama.

Dia juga mengungkapkan, bahwa dirinya adalah orang yang juga terlibat langsung dalam sejarah kepemudaan, tahun 2007 dia pecah sampai tahun 2008 dan itu sudah ada putusan pengadilan bahwa Ahmad Doli Kurnia lah yang sah secara hukum.

"Turunan dari putusan hukum itu adalah Haris Pratama. Dari Ahmad Doli ke Taufan, kemudian ke Rifai Darus dan ke Haris Pratama. Jadi, tidak ada yang lain lagi,"ungkapnya.

Sehingga, kata dia, hingga kini mereka tidak memikirkan terkait Islah. Sebab, yang benar adalah kepengurusan Haris Pratama, bukan yang lain."Kami tahu kami benar dan kenapa kami harus islah,"katanya.

Untuk itu, dia mengajak, teman-teman lain yang merasa tidak diakomodir dalam kepengurusan, ikuti rapimda, musda dan kemudian bergabung bersama. 

"Itu lebih baik, dari pada mereka menciptakan konflik diluar, yang sebenarnya mereka adalah pemicu perpecahan pemuda di Maluku Utara,"pungkasnya.(rey)


_

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram