3 Orang Dirujuk ke RSUD CB

RUJUK: PDP asal Halut dirujuk ke RSUD CB setelah lima hari dirawat di RSUD Tobelo dan tak kunjung membaik. Foto lain, petugas medis bersiap menjemput ODP di Bastiong Talangame yang mengalami sakit di kosannya HIZBULLAH MUJI/MALUT POST ZULKIFLI AHMAD YUSUF FOR MALUT POST

TERNATE – Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoirie (CB) Ternate kembali menerima tiga warga yang menunjukkan gejala Covid-19 berupa demam tinggi, diare, dan batuk. Ketiganya dilarikan ke RSUD CB dalam waktu yang berbeda-beda. Tiga pasien ini diketahui baru datang dari wilayah pandemi Covid-19 dan kondisinya tak bisa dibilang baik.

Pasien pertama yang dirujuk Minggu (5/4) kemarin adalah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Halmahera Utara. Ia memiliki riwayat perjalanan dari Manado, Sulawesi Utara, dan tiba di Tobelo dengan KM Sunlia 31 Maret lalu. Pasien yang sudah dalam keadaan sakit sejak dari Manado itu langsung dibawa ke RSUD Tobelo. “Pasien lima hari dirawat di RSUD Tobelo dengan status ODP (Orang Dalam Pemantauan, red), hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Ternate tadi (kemarin, red),” ungkap Koordinator Publikasi dan Kehumasan Gugus Tugas Covid-19 Halut Deky Tawaris kemarin.

Selama dirawat di RSUD Tobelo, sambung Deky, pemuda 22 tahun itu tak menunjukkan tanda-tanda membaik. Statusnya pun dinaikkan menjadi PDP. “Dan dirujuk ke Ternate untuk mendapat perawatan intensif,” ujarnya. "Yang bersangkutan memang sudah sakit sejak di Manado kemudian pulang ke Tobelo dengan alasan berobat. Makanya saat tiba di Tobelo langsung dibawa ke RSUD untuk dirawat. Namun lima hari menjalani perawatan di RSUD Tobelo, kondisi kesehatan dari yang bersangkutan tidak berangsur membaik sehingga langsung dirujuk ke Ternate," jelas Deky.

Pasien terindikasi Covid-19 lain yang diterima RSUD CB kemarin adalah seorang pria asal Cirebon, Jawa Barat, yang berdomisili di sebuah kosan di Kelurahan Bastiong Talangame, Ternate Selatan. Pasien ini diketahui sempat menghadiri tablig akbar di Gowa, Sulawesi Selatan. “Kabarnya dia ke Gowa bersama 25 orang lainnya dari Malut untuk ikut Ijtima Dunia jamaah tablig itu. Tapi kan pemerintah di sana batalkan jadi dia pulang lagi ke Ternate,” kata salah satu warga setempat.

Pasien tersebut kembali ke Ternate 23 Maret lalu. Informasi yang dihimpun Malut Post, saat itu kondisi pria paruh baya tersebut sehat-sehat saja dan tak menunjukkan gejala Covid-19. Ia pun sempat bepergian ke sejumlah wilayah di Malut seperti Pulau Moti.
Akhir pekan kemarin pasien tersebut kembali pulang ke kosannya di Bastiong. Saat itulah ia mulai mengeluh demam tinggi. Warga yang mengetahui kondisinya langsung meminta pasien dievakuasi lantaran takut terpapar Covid-19. Begitu dimasukkan ke IGD RSUD CB, tak lama kemudian pasien tersebut dipindahkan ke ruang isolasi malam tadi.

Sedangkan pasien ketiga adalah seorang mahasiswa asal Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah. Mahasiswa tersebut kuliah di Jakarta dan baru pulang ke kampungnya pekan lalu. Akhir pekan kemarin ia mengalami demam dan tanda-tanda terindikasi Covid-19 sehingga harus dirujuk ke RSUD CB. “Informasinya besok (hari ini, red) dirujuk ke Ternate dan dirawat lanjut di RSUD Chasan Boesoirie,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Maluku Utara dr. Rosita alkatiri.

Negatif
Sementara itu, Gugus Tugas Covid-19 menerima hasil swab test tiga PDP yang saat ini dirawat di RSUD CB. Hasilnya, ketiganya dinyatakan negatif. Mereka adalah satu PDP asal Halmahera Barat, satu PDP asal Halmahera Utara, dan Pasien 01 Malut yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

PDP Halbar dan Halut pun langsung dipulangkan. Sedangkan Pasien 01 hingga kini masih diisolasi di RSUD CB. Sesuai protokol penanganan Covid-19, ia masih harus menunggu satu kali uji swab. Jika hasil laboratorium ketiganya negatif, ia baru dinyatakan sembuh dari corona. “Masih di ruang isolasi. Kalau keadaan saya dan keluarga sejak awal sampai sekarang alhamdulillah sehat walafiat,” aku Pasien 01 kepada Malut Post kemarin. Seperti diketahui, Pasien 01 diisolasi bersama anak dan istrinya yang ditetapkan PDP setelah berkontak erat dengannya.

Pasca keluarnya hasil lab tiga PDP tersebut, masih ada 4 PDP yang spesimennya menunggu proses pengujian.
Di sisi lain, Gugus Tugas telah membagikan 1.780 rapid test ke 10 kabupaten/kota di Malut. Namun sejauh ini baru tiga kabupaten/kota yang melakukan pemeriksaan dengan rapid test, yakni Ternate, Halmahera Barat dan Tidore Kepulauan. Hasilnya, satu orang di Halbar dan satu lainnya warga Tikep dinyatakan positif. “Hasil pemeriksaan rapid test ini hanyalah screening awal dan bukan merupakan kesimpulan positif Covid-19. Dengan hasil ini yang bersangkutan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan PCR untuk menegakkan diagnosis Covid-19,” terang dr. Rosita.(cr-04/cr-01/aji/kai)