Dua Calon Perwira Malut Dirujuk ke RSUD CB

RUJUK: Dua calon perwira di Malut saat dirujuk ke RSUD CB setelah hasil rapid test keduanya reaktif. (IKRAM SALIM/MALUT POST.ID)

Ternate, malutpost.id – Dua calon perwira polisi di Maluku Utara dirujuk ke RSUD Chasan Boisoirie Ternate, Minggu (12/4). Keduanya dirujuk dari Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Sofifi menggunakan speedboat.

Informasi yang dihimpun malutpost.id, kedua anggota polisi ini merupakan siswa Sekolah Pembentukan Perwira Lembaga Pendidikan Polri (Setukpa Lemdikpol). Bersama empat rekan lainnya, keduanya kembali dari Sukabumi, Jawa Barat, untuk cuti Maret lalu.

Sebagai orang yang datang dari daerah terpapar corona, para calon perwira dikarantina selama 14 hari di SPN. Namun belakangan, hasil rapid test dua orang anggota dinyatakan reaktif. Alhasil, keduanya harus dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie untuk menjalani swab test.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut dr. Rosita Alkatiri yang dikonfirmasi membenarkan adanya rujukan dari Sofifi. Dia menyatakan, keduanya belum berstatus pasien. “Mereka pelaku perjalanan luar daerah yang di-rapid dengan hasil reaktif,” ungkapnya.

Untuk status keduanya, sambung Rosita, masih harus menunggu pemeriksaan dokter.

Sementara Direktur RSU Sofifi dr. Sylvia Umaternate yang dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya meminjamkan ambulans untuk mengangkut kedua calon perwira tersebut. “Hanya pinjamkan ambulans. Untuk informasi Covid-19 sendiri semuanya satu pintu lewat Gugus Tugas,” sebut Sylvia.

Pihak Polda Malut sendiri hingga kini belum mau angkat bicara terkait informasi tersebut. Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan hanya berujar singkat bahwa dirinya belum mendapat informasi itu. “Saya belum dapat konfirmasi dari Bid Dokkes,” ujarnya.

 

Boleh Pulang

Sementara itu, Pasien 01 Covid-19 Malut akhirnya dibolehkan pulang, Minggu (12/4), setelah hasil swab test miliknya sebanyak dua kali dinyatakan negatif. Pria asal Pulau Taliabu itu pulang bersama sang istri yang juga harus menjalani karantina pasca dirinya ditetapkan positif terpapar virus corona. Dua pekan lebih dikarantina, hasil uji swab Pasien 01 dinyatakan negatif, begitu pula milik istrinya.

Meski sudah boleh pulang, Pasien 01 dan istri tak langsung pulang ke Taliabu. Keduanya memilih menunggu putra mereka yang juga tengah menjalani perawatan terkait Covid-19. Saat ini, pasangan suami istri itu menunggu di Sahid Bela Hotel Ternate sebagai lokasi karantina milik Pemerintah Provinsi Malut. “Tunggu anak sehat dulu baru balik ke Taliabu. Anak saya kondisinya masih sama seperti awal masuk rumah sakit, dalam keadaan sehat walafiat,” tutur Pasien 01 yang dihubungi malutpost.id.

Di sisi lain, perkembangan kasus Covid-19 di Malut sejauh ini terdapat 340 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 89 Orang Tanpa Gejala (OTG), 8 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 1 kasus positif Covid-19.

Terkait rapid test, kata dr. Rosita, sudah 406 yang menjalani pemeriksaan. Hasilnya, 17 orang reaktif yang terdiri dari 6 OTG, 5 ODP, 1 PDP serta 5 dengan riwayat dari daerah terpapar. 10 orang saat ini menjalani isolasi di Hotel Sahid Bella dan 7 orang di RSUD Chasan Boesorie. "Sedangkan 389 orang dengan hasil rapid test nonreaktif," ujarnya.

Rosita bilang, saat ini Gugus Tugas juga telah mengirim 13 spesimen ke laboratorium di Makassar, Sulawesi Selatan. Spesimen yang dikirim merupakan milik 5 ODP, 7 PDP dan 1 pasien positif corona. "Termasuk spesimen untuk Pasien 02," tandasnya.(ikh/aby)