Warga Protes tak Kebagian Tiket, Pelni: Kami Patuh Aturan

PROTES: Warga Kepsul memprotes kebijakan pembatasan penumpang kapal yang membuat sebagian calon penumpang gagal mendapatkan tiket. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id – Sejumlah warga Kabupaten Kepulauan Sula menggelar aksi protes di depan kantor wali kota Ternate, Senin (13/4). Protes dilakukan lantaran adanya kebijakan pembatasan penumpang kapal rute Ternate-Sanana, Kepsul. Akibat kebijakan tersebut, banyak warga terlantar setelah gagal mendapatkan tiket pulang.

Aisyah Umanailo, salah satu warga Kepsul asal Desa Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah mengungkapkan, dirinya sudah berdiam di Ternate selama 4 bulan untuk merawat saudara iparnya yang sakit jantung. Setelah sang ipar diizinkan pulang oleh dokter, Aisyah dan keluarganya sudah tak sabar ingin pulang ke kampung. “Saya datang ke pelabuhan cek kapal Sabuk Nusantara Sabtu (11/4) kemarin, petugas bilang tanggal 13 baru tiket jual. Tapi hari ini saya ke pelabuhan, ternyata tiket sudah abis,” ungkapnya.

Menurut Aisyah, ia dan calon penumpang lain tak kebagian tiket lantaran adanya pembatasan jumlah penumpang kapal. Selain itu, tiket kapal Sangiang yang akan berlayar Kamis (16/4) ternyata dijual secara online. “Itu (penjualan online, red) yang torang tara tau. Apalagi tara samua orang bisa beli tiket online, macam torang yang tara punya uang di bank, bagaimana cara beli?” katanya mempertanyakan.

Untuk bisa masuk ke Kepsul, semua warga diwajibkan mengantongi surat keterangan sehat dari rumah sakit. Aisyah pun sudah mengurus surat untuk tiga anggota keluarga. Uang yang harus dihabiskan untuk tiga lembar surat itu mencapai Rp 400 ribu.

Sembari terisak karena kesal dan kelelahan, Aisyah minta dicarikan solusi oleh Pemerintah Kota agar bisa mendapat tiket pulang. “Tidak mungkin saya tinggal di sini dengan keluarga lagi. Biar keluarga, tapi malu hati tinggal lama-lama,” ucapnya.

Aksi ini mendapat kawalan ketat dari petugas kepolisian dan TNI. Massa aksi yang sebagian besar merupakan mahasiswa Kepsul yang hendak pulang kampung tetap saling jaga jarak saat menyampaikan aspirasi mereka.

 

Aturan Pemda

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate Taher Laitupa yang dikonfirmasi terpisah mengungkapkan pembatasan penumpang dilakukan untuk mengurangi risiko terpapar virus corona antarpenumpang. Hal ini sesuai arahan surat Gugus Tugas dari kepala daerah, dalam hal ini Gubernur Maluku Utara. "Semua kapal, baik swasta maupun Pelni. Dan kalau kapal Pelni memang dari Kementerian Perhubungan langsung (yang kasih instruksi), sementara kalau kapal swasta itu terkait dengan Gugus Tugas dari pemerintah daerah, dari Gubernur. Diambil 50 persen dari jumlah kapasitas yang sudah diberikan oleh Syahbandar, misalnya 150 (yang bisa berangkat) dari 300 kapasitas penumpang," terangnya. “Pihak Pemerintah Kabupaten Kepsul pun membatasi masuknya kapal,” kata Taher.

Sedangkan Kepala Cabang Pelni Ternate, Oskar menegaskan pembatasan penumpang bukan arahan langsung dari pihaknya. "Pembatasan penumpang bukan arahan langsung dari Pelni tapi itu Pembatasan Sosial Berskala Besar. Jangankan angkutan penumpang, angkutan pribadi pun sudah berlakukan hal itu. Pelni kami pelat merah harus patuhi aturan pemerintah agar mencegah penyebaran Covid-19 memutus mata rantai," tegasnya.

Oskar menjabarkan, kapal yang beroperasi hanya diizinkan mengangkut penumpang setengah dari total kapasitas kapal. "Hari ini ada kapal Sabuk Nusantara 86. Penumpang dari 470-an berdasarkan jumlah angkut, sekarang kami bisa jual 230 sampai 240 penumpang maksimalnya. Begitu pun nanti di hari Rabu nanti akan ada kapal Sangiang ke Sanana," jabarnya.

Terkait penjualan tiket secara daring, Oskar bilang bukan salah pihaknya jika masyarakat tak tahu. Sebab kebijakan itu sudah lama disosialisasikan. "Kalau warga yang belum tahu soal penjualan online berarti warga sendiri. Padahal sudah lama kita sosialiasi apalagi di tengah kondisi himbauan physical distancing. Caranya masyarakat bisa men-download aplikasi mobile online, siapapun yang punya HP android bisa download. Itu lebih gampang," terangnya.

Oskar berharap masyarakat mau bekerjasama memahami regulasi agar penyebaran Covid-19 bisa dikontrol. "Harapan kita mudah-mudahan virus Corona cepat hilang dan masyarakat bisa kembali seperti biasa begitu pun ekonomi. Bersama dengan rekan-rekan pers kita mengedukasi masyarakat dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19," pungkasnya.(aby/mg-05)