Di-PHK Gara-gara Corona? Ini Cara Dapatkan Kartu Prakerja

Sri Bagio

Ternate, malutpost.id Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendapat kuota 26.964 orang untuk jatah kartu prakerja. Program kartu pra kerja merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan program pelatihan dan pembinaan kepada pekerja yang terkena imbas pandemi Covid-19. Syarat penerima kartu prakerja diantaranya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

 

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Malut Sri Bagio menyatakan, kartu prakerja diprioritaskan untuk pekerja yang di-PHK gara-gara tempat usahanya terkena imbas Covid-19.

 

“Bisa juga yang dirumahkan maupun pencari kerja akibat dampak pandemi Covid-19. Yang bisa mendapatkan kartu prakerja ini bukan hanya yang di-PHK, tapi yang mencari kerja juga bisa dapatkan asalkan memenuhi syarat yakni usia minimal 18 tahun," ungkapnya, Selasa (14/4).

 

Pendaftaran kartu prakerja bisa dilakukan melalui situs www.prakerja.go.id. Setelah mengakses situs, calon penerima langsung mengklik tombol Daftar Sekarang dan mengikuti petunjuk yang tertera. Saat ini pendaftaran sudah mulai bisa dilakukan.

Meski hingga kini Pemprov belum mendapat petunjuk teknis terkait pemberian kartu prakerja, Pemprov tengah berupaya membuka pos serta pendampingan bagi warga yang sulit mengakses atau mendaftar secara online.

 

"Pak Kadis sudah menyampaikan ke Pak Sekda agar diminta dibuat pendampingan, karena sebagian warga masih belum paham dan sangat sulit mendaftar melalui sistem online. Apalagi warga yang tinggal di daerah yang sulit akses jaringan internet," terang Bagio.

 

Bagio berharap jumlah kuota yang tersedia bisa terisi semuanya. Dirinya sangat berharap ada perhatian seluruh kabupaten/kota untuk mengajak dan mensosialisasikan kepada masyarakat yang terkena PHK, dirumahkan serta sulit mencari kerja untuk segera mendaftar.

 

"Ya kami sangat berharap ada peran dari pemerintah kabupaten/kota, karena kalau sampai Oktober kuota tidak terisi semua, tentu kita rugi karena akan dikembalikan. Makanya itu kita putuh perhatian bersama untuk mensosialisasikan program tersebut," harapnya.

Saat ini, jumlah warga Malut yang di-PHK dan dirumahkan gegara Covid-19 sebanyak 1.662 orang. 537 orang diantaranya kena PHK dan sisanya dirumahkan.

 

"Jadi 1662 itu dari 32 perusahaan. Rata-rata 1.662 yang di PHK dan diruamhkan itu dampak dari Covid-19, 90 persen dari dampak Covid-19," tutur Bagio.

 

Bagio berharap warga yang kena PHK dan dirumahkan tidak membuang kesempatan berharga tersebut. Sebab, penerima kartu pra kerja nantinya akan menerima total bantuan sebesar Rp 3,5 juta. Dengan rincian, Rp 1 juta untuk pelatihan online, Rp 600 ribu sebagai uang saku dan Rp 150 ribu untuk tiga kali survei.

 

"Jadi setelah mendaftar warga akan mendapatkan pelatihan secara online karena saat ini wabah corona masih terjadi. Nanti setelah pasca selesai wabah tersebut baru dilakukan secara offline bagi lembaga yang ditunjuk memberikan pelatihan," pungkasnya.(kai)