Ada 103 IUP di Malut, Baru 2 yang Berkontribusi Tangani Corona

Hasyim Daeng Barang

Ternate, malutpost.id – Peran perusahaan tambang di Maluku Utara dalam percepatan penanganan Covid-19 dinilai masih minim. Pasalnya, dari 103 izin usaha pertambangan (IUP) yang ada di Malut, baru dua perusahaan yang berkontribusi aktif dalam penanganan virus corona. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Malut Hasyim Daeng Barang usai rapat koordinasi di Sahid Bela Hotel Ternate, Rabu (15/4).

 

Menurut Hasyim, dari 103 IUP yang terdaftar, baru sekitar 15 perusahaan yang beroperasi. Dari 15 perusahaan itu, Hasyim menyebutkan baru dua yang ikut terlibat dalam penanganan Covid-19.

 

Padahal Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba sebelumnya telah mengeluarkan edaran agar perusahaan-perusahaan tambang ikut ambil peran dalam penanganan wabah. “Yang sudah realisasi sesuai dengan Edaran Gubernur Nomor 40 Tahun 2020 tanggal 27 Maret kemarin itu yang sudah terealisasi adalah PT Mineral Trobos dengan PT Wanatiara (Persada). Dua perusahaan itu sudah mendistrusikan atau memberikan bantuan berupa sembako pada masyarakat yang membutuhkan," ungkap Hasyim.

 

Meski telah menyalurkan bantuannya, kedua perusahaan itu juga belum memasukkan laporan penyaluran ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut. Hasyim berharap laporan dimaksud segera dimasukkan sebab Gugus Tugas perlu merekap daerah mana saja yang telah mendapat distribusi bantuan. "Karena keinginan kami, pada saat pendistribusian, APD maupun alat yang lain termasuk bantuan sosial yang sudah terjangkau tidak lagi masuk," ucapnya.

 

Dalam pertemuan tadi Dinas ESDM sengaja mengumpulkan perusahaan-perusahaan tambang untuk dimintai komitmennya dalam penanganan pagebluk Covid-19. “Sengaja kita kumpulkan hari ini untuk meminta partisipasi perusahaan yang ada di Malut agar bisa membantu dalam penanganan Covid-19 sesuai dengan harapan Presiden dan Gubernur," tutur Hasyim.

 

Hasyim juga menyampaikan perusahaan-perusahan yang ada di Malut diberi kewenangan memberikan bantuan dan bisa ikut partisipasi lewat Gugus Tugas. “Bantuan baik itu berupa barang maupun uang kita siap menerimanya, namun harus tercatat di tim gugus supaya apa-apa saja yang sudah didistribusikan bisa ketahuan," ungkapnya.

 

Lebih lanjut Hasyim menyampaikan ke depan Dinas ESDM akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mengetahui desa-desa mana saja yang sudah mendapat distribusi bantuan. “Agar kita bisa fokus mendistribusikan pada daerah lain yang membutuhkan,” tandasnya.(mg-05)