3 Bulan Guru Honorer Malut Kerja tanpa Gaji

Ilustrasi guru. (SHUTTERSTOCK)

Ternate, malutpost.id – Ribuan guru honorer yang dipekerjakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara sejak Januari 2020 hingga Maret 2020 belum mendapatkan upah. Itu berarti selama tiga bulan mereka bekerja tanpa dibayar oleh Pemprov.

 

Salah satu guru honorer kepada malutpost.id menuturkan, tak adanya pembayaran honor untuk mereka membuat kehidupan para guru kian sulit. Apalagi di masa pandemi corona ini semua kegiatan serba dibatasi. "Istri saya biasanya bantu cari uang jadi pelayan di warung makan. Sekarang warung makannya tutup sementara. Gaji kami tiga bulan belum dibayar juga," tutur guru yang enggan namanya dipublikasikan ini, Jumat (17/4).

 

Selama masa pandemi Covid-19, sekolah-sekolah diliburkan. Meski begitu guru tetap harus mengontrol siswa lewat pembelajaran jarak jauh. "Jadi tetap ada tugas yang harus dikontrol," ucapnya.

 

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Malut Bambang Hermawan yang dikonfirmasi malutpost.id membenarkan belum cairnya tiga bulan upah guru honorer. Menurut Bambang, pencairan tersendat lantaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum mengajukan permintaan. "(Pencairan) diproses kalau Dikbud mengajukan permintaan. Bagaimana kami mau proses sementara belum ada permintaan?" tandasnya sembari mengaku sisa honor lima bulan yang tersendat di tahun 2019 telah dicairkan. "Sisa (mulai) Januari saja yang belum diproses," pungkas Bambang.(kai)