Anggaran Covid-19 Maluku Utara Terkecil Se-Indonesia

Ilustrasi anggaran, (SHUTTERSTOCK)

Ternate, malutpost.id – Anggaran penanganan Covid-19 yang direalokasikan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dari APBD 2020 menjadi yang terkecil di seluruh Indonesia. Total anggaran yang direalokasi seluruh kepala daerah se-Indonesia mencapai Rp 56,57 miliar.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Mochammad Ardian Noervianto menyatakan, hal itu berdasarkan laporan dari 528 Pemerintah Daerah (Pemda) ke Kemendagri per Jumat (17/4). "Total dana yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah direalokasi untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19 mencapai Rp 56,57 triliun," kata Ardian dalam keterangan resminya, Sabtu (18/4).

Ardian lantas menjelaskan dana tersebut akan dialokasikan untuk tiga pos alokasi bagi tiap Pemda. Pos pertama untuk penanganan kesehatan. Kedua, untuk penanganan dampak ekonomi. Dan ketiga, penyediaan jaring pengaman sosial

Lanjutnya, Adian merinci untuk pos penanganan kesehatan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 24,10 triliun atau 42,60 persen dari total anggaran penanganan Covid-19. Sementara untuk pos penanganan dampak ekonomi, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 7,13 triliun atau 12,60 persen dari total anggaran penanganan Covid-19. "Untuk penyediaan jaring pengaman sosial berjumlah 25,34 triliun atau 44 persen dari total anggaran penanganan Covid-19," kata dia dilansir dari CNN Indonesia.

Ardian mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta paling banyak mengalokasikan anggarannya untuk penanganan Covid-19 ditingkat Pemerintah Provinsi. Jakarta telah mengalokasikan Rp 10.64 triliun untuk penanganan Covid-19.

Sementara di posisi kedua, Pemda Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,0 triliun untuk penanganan Covid-19. Lalu disusul Pemda Jawa Timur dengan alokasi Rp 2,39 triliun. Jawa Tengah dengan alokasi anggaran Rp 2,12 triliun. Kemudian Aceh dengan alokasi Rp 1,7 triliun.

"Lima daerah terkecil yang mengalokasikan anggarannya tingkat provinsi,  Jambi dengan alokasi Rp 49,27 miliar, Sulbar atau Sulawesi Barat dengan alokasi Rp 36,65 miliar, Bengkulu dengan alokasi Rp 30,80 miliar. Nusa Tenggara Barat dengan alokasi Rp 23,0 miliar. Dan kelima Maluku Utara dengan alokasi Rp 10,24 miliar," kata Ardian.

Sementara untuk tingkat kabupaten dan kota, Pemda Kota Makassar paling banyak mengalokasikan APBD untuk Covid-19. Kota Makassar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 749, 056 miliar.

Posisi kedua adalah Kabupaten Jember yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 479,41 miliar. Lalu Kabupaten Bogor yang mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 384,07 miliar.

Sementara untuk tingkat kabupaten dan kota yang anggaran alokasi Covid-19 paling kecil, diantaranya Kota Tual (Rp 3,9 miliar), Kabupaten Nias (Rp 3,5 miliar) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Rp 3,3 miliar), Kabupaten Bandung Barat (Rp 3,1 miliar) dan Kota Sorong (Rp 2,1 miliar).

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah memberikan kewenangan bagi seluruh kepala daerah untuk melakukan realokasi APBD untuk penanganan virus corona. Langkah itu sesuai dengan Permendagri nomor 20 tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Daerah.(cnn/kai)