Sidik Siokona dan Rekannya Dipolisikan

AKBP Hengky Setiawan

Ternate, malutpost.id – Politikus PDI Perjuangan Sidik D. Siokona dan rekannya Topan H Husen terpaksa berurusan dengan hukum. Keduanya dilaporkan Estevanus Gabinae, seorang kontraktor, ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut atas dugaan penipuan dan penggelapan.

 

Pelaporan terhadap keduanya dibenarkan Direktur Ditreskrimum Polda Kombes (Pol) Dwi Hindarwana melalui Kabag Wassidik AKBP Hengky Setiawan. “Iya, kasus itu sedang kami proses,” kata Hengky saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4).

 

Hengky menjelaskan, peristiwa yang berujung dengan laporan polisi itu bermula pada Maret 2019. Saat itu Topan menghubungi Estevanus melalui telepon memintanya datang ke kediaman Sidik Siokona. Setelah Estevanus datang untuk memenuhi panggilan tersebut, ia dijanjikan akan memperoleh satu proyek pekerjaan jembatan dengan nilai Rp 200 juta.

 

Akan tetapi, Estevanus harus memberi uang sebesar Rp 114 juta lebih dulu. Uang itu diberikan kepada Topan. Tapi sebagai penyambung adalah Sidik untuk meyakinkan Estevanus agar menyerahkan uang ke Topan.

 

Sayangnya, hingga kini korban tidak pernah mendapatkan pekerjaan proyek tersebut. Atas dasar itu, korban merasa dirugikan sebesar Rp 114 juta, kemudian korban melaporkan Topan H Husen dan H Sidik Siokona ke Ditreskrimum Polda Malut pada 19 Desember 2019. “Topan ini hanya warga sipil biasa tapi punya kedekatan dengan kepala dinas di provinsi,” tutur Hengky.

 

Dari hasil penyelidikan, kata Hengky, tim penyidik Ditreskrimum Polda telah memperoleh dua alat bukti yakni keterangan saksi dan beberapa bukti petunjuk berupa kwitansi pembayaran. Dua alat bukti yang diperoleh itu, penyidik telah melakukan gelar perkara dan hasilnya status kasus tersebut telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan pada 7 April 2020. “Kami akan proses perkara ini sampai tuntas,” tegas Hengky.(aby)