Tertutup Awan Tebal, Hilal di Ternate Tak Terlihat

PANTAU: Prosesi pemantauan hilal di Ternate. (IKRAM SALIM/MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id - Kantor Kementerian Agama Kota Ternate bersama Stasiun Geofisika Ternate gagal melihat bulan saat melakukan rukyatul hilal di menara pantau observatori di Kelurahan Afe-Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Kamis (23/4). Tim pantau tak berhasil melihat hilal sebagai penentuan 1 Ramadan 1441 Hijriah karena terhalang mendung tebal. 

 

Kepala Stasiun Geofisika Ternate BMKG Kustoro Hariyatmoko mengatakan, hasil pemantauan tidak terlihat hilal karena horizon atau ufuk bagian barat tertutup awan tebal. "Hilal tidak terlihat jadi laporan kita ke BMKG pusat atau sidang isbat seperti itu (tak terlihat)," kata Kustoro kepada malutpost.id usai ruqyat di menara pantau. 

 

Apalagi, lanjut Kustoro, cuaca alam di lokasi perukyat jadi faktor pendukung. Sementara gerimis terjadi hingga matahari terbenam. "Cuaca gerimis juga jadi penghalang," katanya.

 

Dikatakannya, posisi dilakukan ruqyat atau memantau posisi bulan sendiri yakni pada pukul 18.33 atau waktu terbenam matahari sampai 18.48. Sementara untuk bulan yakni pukul 18.47 menit 52 detik. Dari waktu tersebut kata Kustoro maka tim pemantau memiliki waktu 11 menit untuk meruqya hilal. "Tinggi hilal yakni 2 derajat, jadi 18.33 itu matahari terbenam dari 18.47 itu bulan terbenam jadi posisi bulan diatas matahari," jelasnya. 

 

Sementara Kasubag TU, Kemenag Kota Ternate, Mahmud Zulkiram mengatakan, awalnya matahari terlihat cerah namun kemudian tertutup awan. Menurut Mahmud, dari hitungan pihaknya, bulan atau hilal berada pada posisi 3 derajat, 28 menit 16,69 detik. "Artinya itu bisa terlihat tapi di Ternate sendiri tidak terlihat, tapi dalam hitungannya kalau posisi di atas 2 derajat itu bisa terlihat," katanya.

 

Meski begitu, dia memastikan, dari posisi hilal tersebut bisa dipastikan akan terlihat di daerah lain. "Karena kita (pantau) secara serentak seluruh Indonesia," pungkasnya.(ikh)