Kapal di Maluku Utara Masih Layani Warga yang Mudik

PADAT: Penumpang kapal Sabuk Nusantara memadati ruang tunggu Pelabuhan A Yani Ternate. (HASBI KONORAS/MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id - Larangan beroperasinya kapal laut yang mengangkut penumpang ternyata belum berlaku di Provinsi Maluku Utara. Seperti yang terlihat Sabtu (25/4), kapal perintis Sabuk Nusantara 86 memuat ratusan penumpang dengan rute pelayaran Ternate-Bacan-Sanana. Padahal Kementerian Perhubungan lewat Peraturan Menhub Nomor 25 Tahun 2020 telah melarang kapal laut mengangkut penumpang, terutama dari dan ke wilayah zona merah Covid-19 seperti Ternate.

 

Amatan malutpost.id, ratusan penumpang Sabuk Nusantara sudah memadati Pelabuhan Ahmad Yani Ternate sejak pukul 14.00. Meski begitu, aturan ketat diberlakukan.

 

Para penumpang yang hendak menaiki kapal harus antre melewati pemeriksaan yang ketat dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Mereka diperiksa satu per satu dengan memperhatikan atau menjaga jarak. Usai melewati pemeriksaan itu, petugas langsung mengarahkan penumpang untuk naik ke kapal satu demi satu.

 

Para penumpang juga diwajibkan memakai masker. Begitu pula pengantar, tak diizinkan masuk areal dermaga jika tak pakai masker.

 

Informasi yang dihimpun malutpost.id, kapal Sabuk Nusantara akan berangkat pukul 17.00 WIT. Asni, salah satu penumpang kapal dengan tujuan Sanana mengatakan meski merasa was-was karena ada ancaman wabah Covid-19 di Malut, dirinya tetap harus kembali ke kampung halaman. 

 

Ia juga memberi apresiasi kepada tim Gugus Tugas Covid-19 yang melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang kapal. “Saya takut juga. Tapi saya senang karena ada petugas di pelabuhan yang selalu periksa kita selaku penumpang,” katanya sembari berharap yang terpenting adalah kesadaran para penumpang untuk selalu pakai masker dan rajin cuci tangan atau gunakan hand sanitizer demi memutus penyebaran Covid-19.

 

Malutpost.id mencoba mengonfirmasi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Ternate Taher Laitupa soal masih adanya kapal yang memuat penumpang. Sayangnya, Taher tak menanggapi pesan yang dikirimkan. Saat hendak ditemui di kantor, stafnya menyatakan Taher tengah sibuk dan tak bisa diganggu.(aby)