Satu Keluarga Pasien Positif Tolak Di-rapid Test

BERI KETERANGAN: Konferensi pers Gugus Tugas Kota Ternate. (PUTRI CITRA ABIDIN/MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id - Gugus Tugas (Gustu) Penanganan Covid-19 Kota Ternate terus bergerak melakukan tracing kontak erat terhadap 5 pasien positif corona asal Ternate. Ironisnya, satu keluarga salah satu pasien positif menolak untuk dikarantina dan dilakukan rapid test. 

 

Juru Bicara Medis Gustu Covid-19 Kota Ternate dr. Muhammad Sagaf saat konferensi pers mengakui masih ada tarik ulur dengan pihak keluarga. "Itu salah satu keluarga hasil tracking kasus positif, yakni di Kelurahan Tabam, memang ada kontroversi dari pihak keluarga kaitan dengan hasil tes swab si anggota keluarga yang dinyatakan positif ini," sebutnya, Minggu (26/4). 

 

Padahal, lanjut dr. Sagaf, sudah disampaikan hasil swab dengan pemeriksaan PCR bisa dikatakan 99 persen akurat. Itu berarti si anak yang saat ini telah diisolasi di Sahid Bela Hotel benar-benar positif terinfeksi corona. "Orangtua yang bersangkutan via telepon mau melihat langsung (pasien), sedangkan kita punya alur prosedural. Untuk itu saya sarankan mereka kalau memang mau datang ke posko untuk kita sampaikan data kami," sambungnya. 

 

Lantaran belum yakin, keluarga yang bersangkutan menolak untuk dilakukan rapid test. "Bagi mereka belum yakin hasil positif dari anggota keluarganya. Lalu untuk sementara baru satu keluarga, masih ada beberapa dan besok kami jadwalkan ada yang swab tambahan dari hasil tracking," pungkasnya.

 

Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman yang ditemui usai rapat bersama Forkopimda, Minggu (26/4) menegaskan, Gugus Tugas harus memberi pemahaman untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Terutama yang anggota keluarganya sudah ada yang positif. Lakukan pendekatan manusiawi dengan cara yang baik agar mereka paham akan dampak dan bahaya Covid-19 ini," ungkapnya. "Kepada Dinas Kesehatan, saya sampaikan bahwa keluarga pasien positif harus dites, kalau tidak bisa menyebarkan virus kemana-mana. Bila perlu di-swab dan dikarantina," tandasnya.(mg-05)