Gubernur Tanggapi Diplomatis Rekomendasi Pansus Deprov

Gubernur AGK saat diwawancarai. (HASBI/MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id - Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba menanggapi enam poin rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Malut secara diplomatis. Orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Malut itu mengatakan, rekomendasi Pansus Covid-19 itu agar pihaknya lebih bekerja keras dan disiplin.

Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malut, lanjut Gubernur, telah berkomitmen dalam menghadapi wabah Covid-19 di Maluku Utara.

“Kita harus hadapi ini (corona, red) dengan segala kemampuan dan berikhtiar. In shaa Allah, dengan disiplin kita bisa selesaikan masalah ini,” kata AGK, sapaan akrab Abdul Gani Kasuba, Selasa (28/4).

 

Tak hanya itu, Gubernur Malut dua periode itu juga menanggapi santai poin kedua rekomendasi Pansus Covid-19 tentang penutupan pasar dan pusat perbelanjaan selama 17 hari yang kini menjadi polemik di tengah-tengah kalangan masyarakat. "Kalau mau tutup semua itu, kita harus disiplin saja seperti pakai masker dan menjaga jarak,” singkat AGK.

 

Untuk diketahui, enam poin rekomendasi Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Malut itu diantaranya, satu, memotong rantai penyebaran lokal (local transmission) dengan menghentikan transportasi antar kabupaten dalam wilayah Provinsi Malut baik darat, laut maupun udara selama 20 hari termasuk waktu persiapan penutupan selama 3 hari.

Kedua, menutup pasar dan pusat perbelanjaan selama 17 hari dan melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di rumah-rumah penduduk.

 

Tiga, melakukan surveilans dengan prioritas pada wilayah terjangkit dengan berbasis desa/kelurahan untuk mendata penduduk yang kemungkinan terpapar virus. Empat, memberikan bantuan obat-obatan, makanan dan BLT kepada masyarakat yang rentan.

 

Lima, meningkatkan kapasitas pelayanan RSUD Chasan Boesoirie dan diprioritaskan untuk pelayanan Covid-19 serta mendorong peran rumah sakit pemerintah dan swasta lainnya untuk penyakit selain Covid-19. Enam, meningkatkan kapasitas karantina sesuai standar dan prosedur operasional karantina.(aby)