Ini Pandangan Akademisi Soal Rekomendasi Pansus Covid-19

M. Janib Achmad

Ternate, malutpost.id - Tawaran solusi memutus mata rantai penyebaran corona berdatangan dari DPRD Provinsi Maluku Utaa melalui 6 poin rekomendasi Panitia Khusus Pengawasan Penanganan Covid-19. Berbeda halnya dengan sejumlah pihak yang menilai rekomendasi tersebut tidak relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun M. Janib Achmad justru memandang berbeda.

 

Kepada malutpost.id, Janib menilai rekomendasi yang agak ekstrem itu terbilang sangat baik. "Rekomendasi ini menyampaikan kepada kita semua agar lebih fokus berkonsentrasi menghentikan penyebaran corona. Kalau ada protes dari sebagian kalangan itu hal biasa. Bagi saya, dalam situasi begini harus fokus pada akar masalah," ungkapnya, Rabu (29/4). 

 

Janib menegaskan segala daya dan upaya harus diarahkan untuk menghentikan penyebaran wabah ini. "Kalau persoalan ini bisa dihentikan, maka berbagai persoalan ekonomi akan berhenti dengan sendiri. Untuk itu, menurut saya, ada dua hal positif yg bisa diperoleh dari rekomendasi ini," sambungnya. 

 

Dirinya mengapresiasi langkah konkret sebagaimana tertuang dalam poin di rekomendasi tersebut, yakni menghentikan transportasi baik laut, darat maupun udara dalam wilayah Malut selama 20 hari dan menutup pasar dan pusat perbelanjaan selama 17 hari. "Mengurangi mobilitas massa, karena sampai sekarang belum ada solusi lain," tegasnya. 

 

Meski begitu, Janib tak menampik soal dampak ekonomi yang pasti akan terjadi. "Soal dampak ekonomi harus dipikirkan secara tepat dan cepat," akunya. 

 

Lebih lanjut, Janib merasa masyarakat harus terbiasa menghadapi situasi sulit. "Adanya defense pada masyarakat, masyarakat harus terbiasa menghadapi situasi sulit sama seperti yang terjadi saat ini. Karena yang pasti akan ada wabah yang lebih dahsyar dari yg terjadi saat ini," ujarnya. 

 

Sebagaimana disebut namanya patogen, kata Janib, setelah masuk dalam fase patogenitas, akan terjadi invasi inang dari patogen tersebut dengan memperbanyak diri atau berasosiasi dengan jaringan inang atau bermutasi, dan di tahapan ini biasanya kalau muncul patogen baru, bakal lebih berbahaya karena mampu melewati fase stasioneri yang ekstrem. "Perlu disadari bahwa timbulnya wabah baru sampai saat ini belum diketahui periodesasinya. Untuk itu penting penerapan rekomendasi ini agar menjadi pengalaman pada masyarakat, untuk mempertahankan kelanjutan hidupnya, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi," tegasnya. 

 

Dia menambahkan, rekomendasi DPRD ini semacam imunity bagi semua. "Ke depan tidak menutup kemungkinan akan ada wabah yang lebih dasyat dari yang ada saat ini. Mari kita doakan agar jangan sampai terjadi," tutupnya.(mg-05)