Wali Kota Bitung Ancam Tolak Feri Asal Ternate

Armin Zakaria

Ternate, malutpost.id - Sekitar 60 warga Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo di Kota Ternate, Maluku Utara, hingga kini belum bisa diberangkatkan pulang ke kampung halamannya. Pasalnya, Wali Kota Bitung Maximilian Jonas Lomban menolak kedatangan 60 warga yang rencananya diberangkatkan dengan feri rute Ternate-Bitung itu.

 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara Armin Zakaria saat dikonfirmasi malutpost.id, Kamis (30/4) mengatakan, sikap penolakan Wali Kota Bitung itu didasari alasan adanya larangan mudik dan bersandar pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020. Bahkan, lanjut Armin, Wali Kota Bitung mengancam bila Pemerintah Provinsi Malut berani mengirim 60 warga tersebut melalui kapal feri ke Bitung maka feri yang mengangkut 60 warga campuran Sulut dan Gorontalo itu akan ditolak dan tidak diperbolehkan berlabuh di Pelabuhan Feri Kota Bitung. “Kemarin malam kami sudah berangkatkan 107 orang. Sisanya ini campuran ada warga Gorontalo tapi sebagiannya juga warga Sulut. Nah Wali Kota Bitung sampai sekarang tidak mau menerima kedatangan mereka,” kata Armin.

 

Armin bilang, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulut justru bersikap sebaliknya. Mereka menerima kedatangan 60 warga itu dan meminta Pemprov Malut agar mengirim saja ke-60 warga tersebut. "Hanya saja dari Pemkot Bitung tidak mau menerima," ujar Armin.

 

Ke-60 warga tersebut diketahui bekerja dan mencari nafkah di Kota Ternate seperti berdagang. Sebagian di antara mereka bekerja di Pulau Halmahera. “Kami masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dari Pemprov Sulut, karena mereka bilang jangan dulu dikirim sekarang dan menunggu keputusan baru yang akan mereka sampaikan. Karena persoalannya ada di Walikota Bitung saja,” tandas Armin mengakhiri.(aby)