1 Dokter Positif, LSM Rorano Dorong RSUD CB Khusus Pasien Corona

Asgar Saleh

Ternate, malutpost.id - LSM Rorano Maluku Utara mendorong Gubernur Malut menetapkan RSUD Chasan Boesoirie sebagai rumah sakit khusus pasien corona. 

 
Direktur LSM Rorano Malut, Asgar Saleh menilai, lambatnya penegakan diagnostic Malut belum memiliki laboratorium polymirace chain reaction (PCR). Saat ini Gustu Malut baru mengandalkan pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM).
 
"Dengan running tak lebih dari 20 hari serta keterbatasan catridge membuat kecepatan analisa kasus terkonfirmasi positif atau negatif swab test serta angka kesembuhan menjadi tidak ideal dibanding hasil  puluhan reaktif rapid test yang mengantri," jelasnya. 
 
Itu berdampak pada waktu tracing ideal yakni 72 jam sejak terjadi kontak dengan pasien positif menjadi hilang momentnya. "Belum lagi keterbatasan tenaga surveilans," katanya.
 
Menurut Asgar, dampak yang nyata adalah peningkatan jumlah kasus berdampak pada kemampuan RSUD Chasan Boesoerie termasuk petugas medis. 
 
Apalagi lanjut Asgar, sudah ada dokter yang positif COVID-19 serta perawat di ICU dan analis laboratorium yang reaktif tentu perhatian pada keselamatan petugas kesehatan harus diprioritaskan.
 
“Sore ini ada dokter yang terkonfirmasi positif, itu berarti kondisi makin emergency. Karena itu Rorano minta Gubernur dan dewan segera melakukan pencegahan jangan sampai RSUD kolaps,” ungkap Asgar.
 
Mantan anggota Dekot Ternate itu menyarankan Gubernur segera membuat surat keputusan (SK) untuk menetapkan RSUD CB sebagai RS khusus COVID-19. Untuk pasien dengan sakit umum dirawat di RS swasta atau RS di daerah masing-masing.  
 
"APD juga harus intensif selama ini APD hanya diperuntukan untuk ruang isolasi sementara instalasi lain rentan terhadap penularan COVID-19 semua petugas medis juga segera di rapid," katanya. 
 
Dikatakannya, rantai penularan yang tergambar dari rate of transmission dan basic reproduction number masih lebih dari satu. Artinya, penularan melalui transmisi lokal masih masif di Ternate."Sebaiknya fokus tindakan pencegahan dengan penegakan protokol kesehatan terutama di area publik," tambah Asgar.
 
Rorano juga menyarankan kepada Pemprov ntuk membuat keputusan, setiap orang ke Malut wajib melampirkan hasil swab dan dokumen perjalanan lainnya.
 
“Kepada seluruh masyarakat agar patuh dan konsisten melaksanakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, rajin cuci tangan dengan sabun pada air mengalir, jaga jarak dan menghindari kerumunan,” tandasnya. (aby)
 
 
-
Peliput : Hasbi Konoras
Editor   : Ikram Salim