23 Karyawan Tambang di Malut Positif Corona

dr. Alwia Assagaf

Ternate, malutpost.id - Sebanyak 23 karyawan salah satu perusahan tambang di Maluku Utara terkonfirmasi positif Covid-19. 
 
Pasien positif baru tersebut diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan swab terhadap 100 karyawan secara mandiri oleh salah satu RS swasta di Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (9/6).  
 
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf mengatakan, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Gustu Covid-19 Sulut. "Sementara di kroscek dengan (Gustu) Sulut," kata Alwia. 
 
Sebelumnya, gustu Malut merilis kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Malut per Selasa (9/6) sebanyak 4 orang dengan sebaran 3 orang asal Kota Ternate dan 1 orang dari Tidore Kepulauan sehingga total kasus di Malut menjadi 190 kasus. 
 
Dilansir dari sejumlah media di Sulut, diketahui sebelumnya, 23 karyawan tersebut tercatat sebagai pasien positif asal Sulut sebagaimana diumumkan oleh Gustu Covid-19 Pemerintah Pusat. Jumlah itu kemudian diklarifikasi oleh Gustu Pemprov Sulut, Selasa (9/6), Sulut hanya bertambah 18 kasus positif Covid-19 baru. 
 
"Terjadi perbedaan data yang luar biasa besar antara yang dilaporkan Gustu pusat. Kami klarifikasi, pertambahan di Sulut hari ini (kemarin) 18 orang. Ada 23 kasus yang dilaporkan secara keliru oleh Gustu pusat," ungkap Jubir Gustu Covid-19 Sulut Dr. Steaven Dandel MPH, Selasa malam kemarin.  
 
Dandel menjelaskan, 23 kasus positif baru tersebut tercatat sebagai karyawan perusahan tambang di Malut yang melakukan pemeriksaan swab secara mandiri kepada 100 karyawannya. Hasil uji spesimen itu diketahui 23 orang terpapar virus corona. 
 
"Hasil pemeriksaan ini dilaporkan di dalam sistem sebagai bagian dari kasus di Sulut. Padahal ke-23 orang di periksa di site atau di lokasi tambang tersebut di Malut. Kami sudah koordinasi dengan gugus tugas pusat terkait kesalahan serius ini," tukas Dandel sebagaimana di lansir dari MANADOPOST.ID. (ikh) 
 
 
 
-
Editor : Ikram Salim