Kurva Kasus Covid-19 di Malut Menuju Estimasi Prof Ridwan

Grafis sebaran kasus Covid-19 di Malut.

Ternate, malutpost.id – Prediksi Guru Besar Epidemiologi Universitas Hasanuddin Makassar Profesor Ridwan Amiruddin soal puncak pandemi virus Corona di Maluku Utara terjadi bisa saja terbukti. Dalam analisisnya pada April lalu, Prof Ridwan memperkirakan puncak pandemi di Malut terjadi pada 17 Juni 2020 dengan jumlah kasus 574 kasus atau tersisa 3 hari lagi. Artinya kurang 272 kasus. 
 
Sementara data per Sabtu 13 Juni 2020 jumlah kasus positif di Malut menjadi 302 kasus atau terjadi penambahan 17 kasus positif baru. 
 
Juru Bicara Gustu Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf mengatakan, penambahan kasus itu terjadi di Kota Ternate 14 kasus dan 3 kasus lainnya berasal dari Kota Tidore Kepulauan. 
 
"Ini berdasarkan hasil pemeriksaan Prodia Ternate 6 spesimen dan TCM (tes cepat molekuler, red) RSUD Chasan Boesoirie Ternate 41 spesimen, dengan hasil 17 orang positif," kata Alwia dalam rilisnya, Sabtu (13/6). 
 
Senada dengan Prof Ridwan, Direktur LSM Rorano, Asghar Saleh sebelumnya mengatakan, lonjakan kasus di Malut masih akan terus terjadi. Apalagi, sejauh ini belum terlihat intervensi dari pemerintah untuk menekan angka penularan terutama di Kota Ternate. 
 
"Dalam sepekan terakhir itu angka kasus positif kita melandai tapi karena cartridge kita habis karena yang menunggu pemeriksaan ini ratusan, jadi dari epidemiologi itu bisa akan terjadi ledakan," kata Asgar beberapa waktu lalu. 
 
Sebelumnya, RSUD CB kehabisan cartridge untuk TCM. Kondisi ini terjadi selama sepekan sehingga gustu Malut hanya menunggu hasil pemeriksaan swab dari laboratorium swasta di Ternate dan BTKL-PP Manado. (ikh)
 
 
-
Editor : Ikram Salim