Pejabat di Pemkot Tikep Terkonfirmasi Positif Corona

Saiful Salim

Tidore, malutpost.id  - Satu pejabat di Pemkot Tidore Kepulauan terkonfirmasi positif terpapar corona. Pejabat  eselon III itu terkonfirmasi bersama 2 pasien lainnya, Sabtu (13/6). Tambahan 3 kasus baru membuat kasus positif Covid-19 di Tidore menjadi 28 kasus. 
 
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Kota Tikep, Saiful Salim, mengatakan, pasien kasus baru ini yakni pasien 300 berinsial MI (53 tahun) laki-laki, warga Kelurahan Mareku Kecamatan Tidore Utara. MI merupakan pejabat eselon III atau sekretaris di salah satu instansi di Pemkot Tikep. Kemudian pasien 301 berinsial MK (54 tahun) perempuan, warga Desa Kayasa, Kecamatan Oba Utara.
 
"Dan MH, perempuan, 52 tahun, warga Kelurahan Goto, Kecamatan Tidore, yang selanjutnya disebut pasien 302," jelas Saiful, Sabtu (13/6).
 
Menurut Saiful, pihaknya menerima hasil pemeriksaan spesimen ketiganya secara mandiri di Prodia Ternate. "Keadaan umum ketiga pasien positif ini baik, tidak ada keluhan. Sehingga kita akan melakukan evakuasi ke tempat karantina yang telah disediakan malam ini juga, kira sudah terima hasilnya hari ini," katanya.
 
Saiful bilang, ketiganya bisa dikatakan tertular melalui transmisi lokal, sebab tidak ada riwayat perjalanan keluar daerah. Untuk pasien 300, lanjut Saiful, memiliki riwayat kontak erat dengan mendiang Sekkot Tikep. MI kemudian melakukan rapid test dengan hasil reaktif, kemudian dilanjutkan dengan uji swab. 
 
"Yang bersangkutan hendak ke Jakarta untuk mengantarkan anaknya yang studi disana. Sebelum berangkat dia melakukan pemeriksaan PCR secara mandiri di Prodia Ternate bersama suami dan anaknya. Hasilnya yang bersangkutan positif, sementara ankanya negatif. Untuk suaminya belum ada hasil," tuturnya sembari mengatakan pihaknya belum bisa memastikan sumber penularannya dari mana.
 
Lanjut Saiful, untuk pasien 302 juga tidak ada riwayat perjalanan luar daerah maupun kontak dengan pasien positif. Hanya saja, pernah berkontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSD Tikep dengan hasil rapid test reaktif, hasil swab pasien PDP tersebut belum ada. 
 
"Kalaupun pasien PDP tersebut hasil swabnya sudah ada dan misalkan positif, maka kemungkinan besar pasien 302 sudah termasuk transmisi lokal generasi kedua, jika pasien yang reaktif rapidtest berstatus PDP itu hasil swabnya positif," terangnya menutup. (cr-03)
 
 
 
-
Peliput : Mahfud Husen
Editor   : Ikram Salim