NHM Lockdown Kawasan Tambang Selama Dua Pekan, Seluruh Karyawan di Rapid

ISOLASI: Kawasan tambang PTNHM diisolasi dua pekan. Aktivitas masuk keluar tambang dihentikan.

Tobelo, malutpost.id - Sebagai upaya  mempercepat pemulihan kawasan tambang Gosowong bebas Covid-19, Manajemen PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) mengambil tiga langkah penting. 
 
Pertama, melakukan isolasi penuh atau “full lockdown” kawasan tambang Gosowong selama dua pekan,  mulai  Jumat (12/6) pekan lalu,  dalam rangka memastikan kesehatan seluruh orang yang saat ini tinggal di dalam kawasan tambang terdeteksi untuk kemudian diambil langkah selanjutnya yang tepat. 
 
Keputusan ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut)  melalui Surat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kepada PT Nusa Halmahera Minerals (PTNHM) No. 74/SATGAS COVID-19/ HALUT. Dengan keputusan ini, maka kegiatan keluar- masuk (roster/ pertukaran) karyawan dari dan ke dalam kawasan tambang Gosowong dihentikan. 
 
Keluar-masuk kawasan tambang  hanya diijinkan untuk aktivitas yang berkaitan dengan upaya penanggulangan Covid 19, evakuasi darurat dan logistik yang tidak berinteraksi dengan karyawan maupun mitra kerja di dalam kawasan tambang. 
 
Kedua,  Manajemen PTNHM melalui Tim Penanggulangan Covid-19 PTNHM akan melakukan rapid test kepada seluruh karyawan PTNHM dan mitra kerja yang saat ini ada di dalam kawasan tambang dan ketiga, PT NHM bekerja sama dengan Tim Medis RS Siloam Manado yang saat ini sudah berada di kawasan tambang untuk melakukan swab test, bagi karyawan yang hasil rapid test reaktif, sedang sakit (demam dll), dan karyawan hasil “tracking”/ pelacakan kontak erat dengan karyawan positif Covid-19. 
 
Tim dari RS Siloam Manado juga membantu dalam membuat standar prosedur (SOP) mengenai swab  test dan peningkatan mitigasi/ penanganan. " Langkah yang kami ambil ini guna memutus mata rantai penyebaran dan mempercepat pemulihan kawasan tambang. Perlu kami juga sampaikan bahwa karyawan yang positif di tempat karantina di Tobelo hari ini telah dilakukan verifikasi swab test ke-2. Ini bagian dari langkah cepat yang dilakukan manajemen," kata Manajer Komunikasi PTNHM Ramdani Sirait, kemarin (13/6).
 
Manajemen PTNHM, kata dia, akan mendukung seluruh karyawan atas hasil rapid test dan swab test. Bagi karyawan yang hasil rapid testnya reaktif, akan disiapkan tempat isolasi yang sedang disiapkan. Sementara bagi yang hasil swab test-nya positif, akan dilakukan karantina dan  bekerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Halmahera Utara. 
 
"Bagi Manajemen PTNHM, tidak ada yang lebih utama dari kesehatan seluruh karyawannya. Ini adalah langkah cepat yang kami lakukan untuk memastikan kawasan tambang bebas Covid-19 dan seluruh karyawan terdeteksi kesehatannya," ujar mantan wartawan Antara yang pernah bertugas sebagai Koresponden Kantor Berita Antara di New York City ini.
 
"Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan Provinsi Maluku Utara telah kami lakukan dan selanjutnya adalah memastikan pelaksanaan rapid test dan swab dapat dijalankan sesuai protocol Covid-19 dan hasilnya keluar dengan cepat untuk kemudian dilakukan langkah selanjutnya dengan baik pula," tambah lelaki yang pernah menjadi Humas PT Freeport Indonesia ini.
 
PTNHM, sambungnya, telah membentuk Tim Penanggulangan Covid-19 di tempat kerja sejak pertengahan Maret 2020 dengan program-program yaitu: pencegahan termasuk edukasi dan komunikasi internal, penanggulangan, serta dukungan kepada Pemerintah Daerah. 
 
Bahkan sejak akhir Maret 2020 telah dilakukan isolasi dimana seluruh karyawan yang bekerja di tambang harus tinggal di dalam kawasan tambang, izin keluar dan masuk harus sesuai persetujuan manajemen, pengaturan tamu, kewajiban karantina mandiri di rumah masing-masing bagi karyawan yang akan dijadualkan bekerja, dilanjut dengan karantina di hotel-hotel yang telah disewa perusahaan di Kota Ternate dan Tobelo serta rapid test sebelum memulai karantina di hotel dan setelah selesai karantina. 
 
Hanya yang hasil tesnya non reaktif yang diizinkan kembali bekerja. Meski telah melakukan pengawasan begitu ketat, pada akhir Mei, 1 karyawan PTNHM sakit demam dan hasil swab test-nya menyatakan positif meskipun dua kali rapid test sebelumnya non reaktif. 
 
"Setelah ada kasus itu langsung dilakukan tracking dan ditemukan 103 orang yang pernah melakukan interaksi deng yang bersangkutan. Lalu dilakukan swab test hasilnya, 38 orang dinyatakan positif Covid-19. Seluruh Karyawan yang positif telah ditangani sesuai protocol Covid dengan dukungan sangat besar dari Keluarga Besar PTNHM," pungkas penulis buku ini. (rul)
 
 
 
-
Editor  : Fahrul Marsaoly