Hasil Swab Lama, Pemkot Tikep Segera Datangkan Mesin Biosafety

Daud Muhammad

Ternate, malutpost.id – Kota Tidore Kepulauan termasuk daerah dengan jumlah penularan virus corona tertinggi ketiga di Maluku Utara setelah Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Utara. Meski begitu, pemeriksaan spesimen pasien Covid-19 terbilang lambat karena harus dikirim ke Ternate dan Manado.

Koordinator Tim Gugus Tugas Covid-19 Tikep, Daud Muhammad mengatakan, pemkot saat ini tengah berupaya mendatangkan mesin biosafety (alat memeriksa sampel Covid-19) agar bisa melakukan pemeriksaan swab pasien covid secara mandiri di Tidore. Langkah itu untuk memperpendek jarak pemeriksaan spesimen yang selama ini membutuhkan waktu hingga berminggu.

”Saat ini Pemkot berusaha menyediakan peralatan mesin biosafety untuk pemeriksaan swab di Kota Tikep sekarang dalam proses,” ujar Daud saat memberikan sambutan usai menerima bantuan alat pelindung diri (APD) dari Partai NasDem Maluku Utara, Kamis (18/6).

Dia menjelaskan, selama penanganan pandemi, sudah 11 langkah yang telah dilakukan pemkot. Diantaranya, sosialisasi gejala terinfeksi Covid-19 dan cara pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 di rumah ibadah, kelurahan dan desa.

Melakukan proteksi dengan sangat ketat diseluruh pintu masuk dan keluar di wilayah Tikep. ”Melakukan pemeriksaan observas warga, untuk kemudian ditetapkan statusnya ODP, OTG maupun PDP,” paparnya.

Selain itu lanjut Daud, pihaknya juga melakukan pembagian masker, testing melakukan rapid test massal dan tracking kontak dengan pasien positif maupun reaktif. ”Pemberlakukan belajar dari rumah serta pembatasan jam malam,” jelasnya.

Terkait anggaran lanjut Daud, pemkot Tikep mengalokasikan anggaran senilai Rp 71 miliar untuk penanganan. Dana tersebut bersumber dari Dana Tak Terduga (DTT), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). ”Dari Rp71 miliar, yang sudah terealiasi Rp31 miliar. Dan tersisa Rp 39 miliar itu termasuk alokasi untuk jaring pengaman,” pungkansya. (ikh)

 

-

Peliput : Tim

Editor  : Ikram Salim