Begini Reaksi Kapolda Malut Soal Kasus Celoteh Lelucon Gus Dur

Kapolda Malut Irjen (Pol) Rikhwanto.

Ternate, malutpost.id – Kasus unggahan guyonan Presiden ke-4 RI Abudrahman Wahid tentang polisi yang diunggah salah satu pejabat di Kabupaten Kepulauan Sula, Ismail Ahmad di laman Facebook berbuntut panjang. Ismail melalui akunnya Mael Sula mengunggah cadaan Gus Dur: hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur dan Jenderal Hoegeng, pada 12 Juni 2020 .

Kapolda Maluku Utara, Inspektur Jenderal Polisi Rikwanto akhirnya angkat bicara terkait proses hukum terhadap unggahan pemilik akun tersebut. Jenderal dua bintang itu menilai, langkah hukum yang diambil tim Polres Kepsul tidak tepat. Sebab, guyonan Gus Dur tentang polisi yang jujur hanya bersifat melucu dan sudah menjadi milik umum serta tidak mencoreng institusi.

“Yang dilakukan Polres Sula itu kurang tepat,” kata Rikwanto, Kamis (18/6).

Menurutnya, unggahan kepala bidang aset di BPKAD Kepsul tersebut semestinya tidak menjadi atensi polisi. Untuk itu, jebolan Akpol 1988 itu telah meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda agar memberi jukrah (petunjuk dan pengarahan) kepada jajarannya lebih teliti mencermati informasi yang beredar di masyarakat terutama di media sosial.

“Anggota Reskrim Polres Sula sudah kami tegur,” aku Kapolda.

Rikwanto mengaku, dari laporan yang ia terima, Polres Kepsul belum melakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan).  “Tidak ada kasus dan tidak ada BAP,” tegas jendral kelahiran Medan itu.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu, juga menghimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta bisa memilah informasi yang mengkritisi. “Dan informasi yang bersifat apa adanya dan mana informasi yang bercampur antara benar dan tidak benar serta mana informasi yang tidak benar sama sekali karena semua itu punya konsekuensi,” tandasnya.

Sebelumnya, Ismail Ahmad diamankan petugas beberapa jam setelah mengunggah status di Facebook. Ia diminta klarifikasi bersama salah satu netizen lainnya yang menyebar hoaks soal Covid-19 di Sula. Dia sempat menjalani pemeriksaan 3 jam dan diwajibkan melapor setiap hari di kantor polisi. Kasus tersebut dihentikan setelah dirinya meminta maaf secara terbuka melalui konferensi pers.  (aby)

 

-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram Salim