Dokter dan Perawat Terpapar Korona, Begini Penjelasan Dirut RSU Dharma Ibu

RS Dharma Ibu, Ternate (Foto: Ramlan B for malutpost.id)

Ternate, malutpost.id - Dokter dan beberapa perawat serta pegawai di Rumah Sakit Umum (RSU) Dharma Ibu, Ternate dikabarkan terpapar virus korona. 
 
Dari data yang diterima malutpos.id, terdapat 16  pegawai reaktif rapid test terdiri dari 2 dokter, 6 perawat, 4 bidan, 1 tenaga rekam medik, 1 cleaning service, 1 juru masak dan 1 loundry. Sementara pemeriksaan usap tenggorokan atau swab test yang dilakukan di RSUD Chasan Boesoirie hasilnya 9 orang positif korona terdiri dari 2 dokter, 3 perawat, 3 bidan, dan 1 juru masak. Sisanya masih menunggu hasil pemeriksaan. 
 
dr. Sutomo kepada sejumlah awak media  membenarkan ada pegawainya yang terpapar virus korona, namun terkait jumlah hanya 3 orang bukan 9 orang. Salah satunya kata Sutomo, juru masak yang telah menjalani karantina lebih dari 1 bulan di Hotel Sahid Bela, sementara 2 orang lagi yakni dokter dan bidan menjalani isolasi di lantai 5 Dharma Ibu karena tidak memiliki gejala. 
 
”Dan itu sudah lama (tertular), untuk juru masak sudah membaik dan setelah hasilnya reaktif langsung menjalani isolasi, jadi sampai hari ini kami belum menerima data bahwa 6 orang positif itu dapat darimana,” katanya dengan nads meninggi.
 
Dia menjelaskan, RSU Dharma Ibu juga memiliki ruangan isolasi intern di lantai 5. Sutomo juga menepis isu pasien positif yang tetap bekerja serta tidak mendapat vitamin. ”Itu tidak benar, yang positif itu sudah menjalani karantina, kami layani dengan baik dan berikan vitamin,” katanya.
 
Sutomo juga membantah 16 petugas medisnya reaktif rapid test. Sebab, lanjut Sutomo, pihaknya menyadari resiko terpapar oleh petugas medis sehingga sejak April lalu secara periodik melakukan screnning rapid test terhadap seluruh karyawannya. 
 
”Yang 16 itu kumulatif datanya darimana yang pasti data itu tidak benar jadi hasilnya samar-samar makanya kami tes rapid ulang dan itu kita dapat bantuan rapid dari gugus kota dan gugus provinsi sehingga pertanggungjawabkan hasil rapidnya ke mereka,” paparnya.
 
Sutomo juga mengaku tidak menghafal jumlah karyawannya yang reaktif maupun non reaktif. Dia hanya mengaku, sudah mengirim hasil rapid test ke Gustu Covid-19 Kota maupun Provinsi. 
 
Sutomo bilang, sejak kasus pertama karyawannya diketahui positif pada 28 April 2020 lalu, seluruh karayawannya langsung di rapid test, bahkan khusus petugas medis lebih dari 5 kali rapid. 
 
”Karyawan kita positif itu langsung kita isolasi dan sudah dua kali rapid test semua karyawan dari satpam hingga juru masak, namun untuk yang rentan seperti dokter, perawat dan analis itu sudah 7 sampai 8 kali rapid,” pungkasnya sembari mengaku data tambahan karyawannya yang positif juga belum diterima . (ikh)
 
 
-
Peliput : Tim
Editor   : Ikram Salim