Bingung dengan Hasil Swab, Pasien Covid di Sahid Ingin Bertemu Menteri

Tangkapan layar sejumlah pasien di Hotel Sahid Bela ramai-ramai keluar kamar.

Ternate, malutpost.id - Puluhan pasien positif korona yang menjalani karantina di Hotel Sahid Bela kembali mempertanyakan hasil pemeriksaan swab test mereka. Aksi para pasien yang ramai-ramai keluar dari kamar dan bertemu petugas Gustu Covid-19 Malut di lorong hotel tersebut tersebar melalui media sosial. Insiden itu diketahui bertepatan dengan kunjungan  Menteri Kesehatan Terawan, Menteri PMK Muhadjir Effendy dan Ketua Tim Gustu Covid-19 Pusat Letjen Doni Monardo pada, Senin (6/7). 
 
Dalam video berdurasi 13.50 menit itu, tampak beberapa petugas berusaha menjelaskan pertanyaan pasien. Mereka mempertanyakan hasil swab yang berulang kali dilakukan namun tetap positif padahal seluruh prosedur karantina telah dilaksanakan lebih dari 2 bulan. 
 
"Maksudnya hasil kita ini selalu positif ini ada apa ini pak, jangan-jangan karantina disini tidak steril ini," kata salah satu pasien. 
 
"Hasil swab saya diperiksa pada tanggal 14 Juni itu hasilnya negatif, tapi hanya dalam jangka waktu 1 hari saya kembali positif itu hasilnya darimana padahal saya sudah menjalankan protokol kesehatan dan diisolasi dalam kamar, jangan-jangan ini humman error atau peralatan yang error," sambung pasien lainnya.
 
Pasien yang belum diketahui identitasnya itu bilang, ada beberapa pasien yang sudah dinyatakan negatif dan dikeluarkan dari karantina namun belakangan ditelepon kembali karena hasil pemeriksaan spesimennya masih positif. "Jadi ini korbannya kita punya keluarga pak, hilang waktu kita disini," tambahnya.
 
Untuk itu, dengan kehadiran menteri pihaknya bisa menanyakan masalah tersebut. Sebab, mereka mengaku sudah berulang kali menyampaikan ke gustu namun tidak digubris. "Mungkin dengan ada menteri ini kita pertanyakan karena mereka itu pengambil kebijakan dan membuat aturan siapa tahu mereka punya jawaban yang pas," ujarnya.
 
Selain itu, pasien juga telah empat kali menyurat ke gugus mempertanyakan hal tersebut namun tidak ditanggapi. Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi pada pasien dari PT NHM yang sudah dinyatakan sembuh hanya dalam waktu beberapa hari setelah dinyatakan positif. "Sampai saya ingin menulis surat terbuka kepada Presiden Jokowi," sambung pasien lainnya.
 
Selain itu, ketidakpastian yang dialami pasien membuat usaha mereka juga terancam bangkrut. Dua pasien mengaku mobil dan sepeda motornya sudah ditarik oleh diler. "Sekarang usaha saya juga tidak bisa buka dan masih ditutup jadi mohon berikan kita penjelasan pak," kata salah satu pasien berusia lanjut.
 
Sementara pihak gugus berjanji akan menyampaikan aspirasi pasien ke gugus provinsi. "Kami akan sampaikan ke gugus setelah acara dengan menteri ini selesai," tandasnya. (ikh)
 
 
 
-
Peliput : Tim
Editor   : Ikram