Malut Catat Tertinggi Nasional soal ASN Terlibat Politik

Muksin Amrin

Ternate, malutpost.id - Maluku Utara kembali mencatat rekor nasional terkait pelanggaran pemilu yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN). Tercatat, sejak tahapan pelaksanaan pilkada dimulai, sudah 44 kasus pelanggaran pemilu terkait netralitas ASN yang diputus Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). 

"Ini sesuai Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang baru rilis pasca korona," kata Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin dalam pemaparannya dihadapan Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian, di Ballroom Resto Royal, Kamis (9/7/2020).

Menurut Muksin, terdapat beberapa aspek penelitian IKP selama tahapan yang diperbarui yakni aspek sosial, politik, infrastruktur, pandemi, penindakan dan kontestas.

Dia mengungkapkan, di aspek kontestan, Malut berada di posisi teratas kerawanan pemilu yakni netralitas ASN dan politik uang termasu melalui bantuan sosial yang dipolitisasi. "Dan ini sudah kami sampaikan berulang kali ke publik soal politik bansos," kata Muksin.

Pada aspek penindakan, kata Muksin, tindaklanjut dari penanganan keterlibatan ASN yang telah diputus oleh KASN, sebanyak 44 orang atau perkara yang sudah diputuskan. "Dan jumlah ini Malut tertinggi pertama seluruh Indonesia dan kami sudah menyurat ke Sekda masing-masing untuk memperingatkan kepada para ASN," pungkasnya.

Sementara, untuk aspek sosial ada 3 daerah paling tinggi rawan pemilu, 5 daerah rawan sedang. Untuk aspek politik, 3 daerah tertinggi,  5 daerah rawan sedang. Infrastruktur 3 daerah tertinggi, 5 daerah rawan sedang, sedangkan aspek pandemi hanya Kota Ternate tercatat rawan tinggi. (ikh)

 

 

-

Peliput : Tim

Editor   : Ikram Salim