Litbangkes Nasional Tolak Hasil Uji Lab Mesin PCR RSUD CB, Ada Apa?

Penanggungjawab TCM Covid-19 Laboratorium RSUD Chasan Boesoirie dr. Fasni Halil (paling kanan) bersama Jubir Covid-19 Malut dr. Alwia Assagaf dan Koordinator Bidang Kehumasan Mulyadi Tututoho (tengah) saat memberikan keterangan pers di Hotel Sahid Bella, Kamis (16/7/2020). (Foto: Ikh/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id – Harapan pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mempercepat deteksi virus korona baru yang memicu penyakit Covid-19 belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, mesin berteknologi reaksi rantai atau polymerase chain reaction (PCR) yang didatangkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut hingga saat ini masih terkendala beberapa hal.

Penanggungjawab TCM Covid-19 Laboratorium RSUD Chasan Boesoirie dr. Fasni Halil menjelaskan, sejak mesin tersebut didatangkan pada 25 Juni 2020 lalu, pihaknya telah berupaya menyiapkan segala kebutuhan sebagaimana standar laboratorium jejaring PCR untuk pemeriksaan Covid-19. Seperti ruangan yang memenuhi standar Laboratorium Biosafety Level 2 (B SL-2), SDM dan peralatan. 

“Alat PCR yang dihibahkan ini tidak semuanya lengkap seperti mesin ekstrator tidak ada, sehingga jika dioperasikan maka petugas harus melakukan pengektrasian secara manual. Kemudian alat penunjang lainnya juga masih banyak seperti pipet otomatis, lamina air flow untuk menunjang operasi itu juga tidak ada sehingga kita butuh waktu untuk menyiapkan semuanya,” jelas Fasni melalui konferensi pers di Posko Covid-19 Hotel Sahid Bella, Kamis (16/7/2020).

Apalagi lanjut Fasni, mesin PCR merupakan alat diagnosis yang baru dimiliki Maluku Utara. Sehingga pengoperasikan membutuhkan ahli untuk bisa mendeteksi material genetik virus korona. ”Jadi tidak sesederhana itu, kami memang punya satu tenaga APLM (Ahli Tekhnologi Laboratorium Medik, red) tapi belum pernah mengoperasikan PCR sehingga kami juga harus menyiapkan itu, dan ini canggih,” jelasnya. 

Fasni bilang, saat ini pihaknya telah melakukan uji coba pemeriksaan spesimen pada 13 Juli lalu setelah mendapat bimbingan dari Litbangkes saat berkunjung bersama Menteri Kesehatan beberapa waktu lalu. Bahkan, pihaknya telah menguji 90 spesimen untuk pasien Covid-19 baru. ”Kami sudah uji coba dengan melatih memeriksa sampel yang sudah diperiksa sebelumnya menggunakan metode TCM dan akhirnya kami langsung memeriksa 30 sampel baru,” paparnya.

Sayanganya, tambah Fasni, hasil spesimen yang diperiksa tidak bisa dilaporkan ke pusat. Alasannya, laboratorium PCR RSUD CB belum tercatat sebagai laboratorium jejaring PCR untuk pemeriksaan Covid. “Jadi hasil PCR ini kamu sudah running sampai dengan tadi sudah 90 sampel tapi kami belum bisa laporkan. Dan Provinsi sudah menyurat ke Litbangkes,” pungkasnya. (ikh)

 

-

Peliput : Tim

Editor : Ikram Salim