Penyebab Speedboat Tenggelam di Laut Halsel

Proses pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan. (Dok. Basarnas Ternate)

Ternate, malutpost.id - Tim pencari gabungan terdiri dari Pos Unit Siaga SAR Bacan, Halmahera Selatan, Polairud Polda Malut, TNI-AL dan Polres Halsel masih melakukan pencarian 1 korban tenggelam speedboat di perairan Pulau Mandioli, Halsel pada, Selasa 18 Agustus 2020. 

Speed tersebut disewa satu keluarga asal Ambon yakni Ikram Marasabessy, Ibrahim Marasabessy, Ismail Marasabessy dan Asrul Marasabessy. Mereka bertolak dari Ternate menuju Ambon, Maluku pada Selasa pagi, 18 Agustus 2020. Kabar tenggelamnya speedboat diketahui melalui informasi dari salah satu warga bernama Andri.

Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah menuturkan, peristiwa ini terjadi pada Selasa dua hari lalu. Menurut Arafah, speedboat itu dikabarkan tenggelam sekira pukul 14.00 WIT di perairan Pulau Mandioli–Obilatu akibat hantaman gelombang tinggi. Satu korban atas nama Asrul Marasabessy belum ditemukan.

“Empat orang itu menyelamatkan diri dengan menggunakan jerigen dan terapung di air,” kata Arafah. 

Menurut Arafah, saat kejadian salah seorang korban bernama Ikram memberanikan diri untuk berenang menuju ke daratan untuk mencari bantuan. Keesekan hari atau tepat 19 Agustus 2020 Pukul 16.00 WIT korban berhasil diselamatkan oleh nelayan sekitar di perairan Wayaua, Kabupaten Halsel. 

“Sampai hari ini,tim rescue unit siaga SAR Bacan kembali melakukan pencarian terhadap 1 orang korban speedboat menggunakan RIB 01 Bacan,” papar Arafah. 

Area pencarian terfokus di pesisir perairan desa Wayaua dengan luas area 157 Nm2 sekaligus memantau rumpon-rumpon yang berada di sekitar perairan tersebut. 

“Hingga hari ini operasi SAR telah memasuki hari kedua belum juga ditemukan alias nihil,” tandasnya. (aby)

 

-

Peliput : Hasbi

Editor : Ikram