Mendagri Tegur KPU Malut Pasca Pendaftaran, Ada Apa?

Komisioner KPU Malut Buchari Mahmud. (Foto: Ikh/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara ikut mendapat teguran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Ini buntut dari kerumunan ribuan simpatisan saat pendaftaran bakal calon kepala daerah pada 4-6 September 2020.

“Kami juga mendapat teguran dari Kemendagri lewat KPU RI terhadap proses pendaftaran bakal pasangan calon kemarin,” kata Komisioner KPU Malut Buchari Mahmud dalam kegiatan deklarasi penerapan protokol kesehatan dalam setiap tahapan pilkada 2020 di Polres Ternate, Kamis (10/9/2020).

Buchari berujar, KPU sendiri telah memproteksi diri di lingkungan KPU selama tahapan pelaksanaan pilkada dimulai. Hanya saja, kata Buchari, KPU memiliki keterbatasan untuk mengontrol kegiatan pasangan calon terutama di luar lingkungan KPU.

“Kalau di luar dari itu kami tidak kemampuan sampai ke sana, jadi itu harus ada kesedaran bersama bahwa penerapan ini baik di lingkungan KPU maupun yang ada di mereka (posko pasangan calon), jadi kita sama-sama karena mereka libatkan massa yang besar,” jelas Buchari.

Dia menjelaskan, peneratapan protokol kesehatan selama tahapan Pilkada mengacu pada PKPU nomor 10 tahun 2020 tentang penyelenggaran pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 dengan menggunakan protokol kesehatan. Hanya saja, regulasi hasil revisi PKPU nomor 6 tahun tahun 2020 tentang Pilkada serentak itu belum mengatur tentang sanksi.

“Yang lebih detail termasuk sanksi itu nanti kita lihat dihasil revisi PKPU dalam beberapa waktu kedepan, perubahannya akan disesuaikan dengan PKPU nomor 10 tahun 2020 tadi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada dua poin dalam revisi PKPU nanti yakni soal kampanye dan dana kampanye. Saat itu, regulasi yang baru tersebut telah disetujui oleh DPR RI dan tinggal menunggu pengesahan Kemenkum HAM. ”Mungkin dalam waktu dekat sudah disahkan, jadi sanksi saat ini baru sebatas pembubaran saja,” pungkasnya. (ikh)

 

-

Peliput : Tim

Editor : Ikram