Keluarga Pasien Covid-19 di Morotai Bakal Tuntut Satgas Covid-19

Ilustrasi korona. (Foto. Pixabay)

Daruba, malutpost.id -- Pasien inisial RC yang meninggal di RSUD Morotai Kabupaten Pulau Morotai pada Kamis 10 September 2020 lalu dinyatakan positif covid-19 oleh Satgas Covid-19 Morotai. 

Pengumuman pihak RSUD Morotai dan Satgas itu membuat keluarga pasien geram. Pasalnya, saat menjalani perawatan pasien dua kali dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif. 
 
Adiyaksa salah satu keluarga pasien mengatakan, selama perawatan hingga meninggal pasien tidak diberlakukan menggunakan protokol covid oleh pihak RS. 
 
"Lalu, tiba-tiba almarhumah disebut meninggal karena korona, kami merasa tidak adil diberlakukan seperti ini, kami yang datang besuk juga tidak diberlakukan," kata Adiyaksa.
 
Dia bilang, jika hasil swab itu benar benar, maka rumah sakit dan satgas harus bertanggungjawab karena selama RC dirawat tidak ada pelayanan sesuai protab covid. Akibatnya, keluarga juga harus menanggung sanksi sosial dari masyarakat dan dikucilkan.
 
"Karena akibat dari kelalaian itu sekarang kami mendapat sanksi sosial, banyak orang takut dekat-dekat dengan keluarga almarhuma karena dianggap sudah terjangkit, jadi kita akan tuntut RS dan satgas ke jalur hukum," akuhnya dengan nada kesal.
 
Pihaknya juga menuntut dengan aduan pencemaran nama baik atau mengabaikan pelayanan kesehatan. 
"Kita keluarga tidak terima, kalau tahu ada gejala harusnya beritahu kami sehingga ada kewaspadaan juga dari kami," sesalnya.
 
Dia berujar, pasien saat itu sempat drop dan dilarikan ke rumah sakit dan disebut mengalami kolesterol, asam urat dan gula darah naik. Di hari kedua, almarhuma mengalami gangguan paru hingga menyebabkan oksigennya turun 30 persen dan dibantu menggunakan alat oksigen. 
 
"Jadi kurang lebih 15 menit sebelum meninggal, petugas medis sempat ambil lendir almarhum untuk disweb," katanya. 
 
Menanggapi itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 dr. Novindra Humbar, membenarkan almarhum RC  sebelumnya dirapid tes dan hasilnya non reaktif ketika dirujuk ke rumah sakit, namun pihaknya menduga mengarah ke covid dan dilakukan swab. Sementara hasil pemeriksaan swab baru disampaikan satgas Provinsi Malut.
 
"Kami hanya melakukan sesuai prosedur karena gejala mengarah ke covid makanya dilakukan swab untuk pembuktian, hasilnya dikirim ke propinsi, jadi kami menunggu hasilnya dari propinsi, setelah hasil keluar yang ditetapkan dari propinsi jadi kami ikuti saja alurnya," tutupnya.(tr-04)
 
 
 
-
Peliput : Sofyan Togubu
Editor   : Ikram