Kukuhkan 5 Pjs Bupati, Gubernur Malut Tegaskan Tak Ada Kendaraan Politik

Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba saat memimpin pelantikan 4 penjabat sementara bupati dan wali kota di kantor Gubernur Malut, Sabtu (26/9/2020). (Foto

Sofifi, malutpost.id -- Penjabat sementara bupati 4 daerah di Maluku Utara resmi dilantik oleh Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba di aula Nuku Kantor Gubernur Maluku Utara, Sabtu (26/9/2020). 
 
Empat pejabat tersebut yakni Kepala Dinas Pertanian Malut, Rizal Ismail dilantik sebagai Pjs Bupati Halmahera Barat (Halbar). Penjabat Bupati Halut diisi Karo Organisasi Setda Malut, Irwanto Ali, Penjabat Wali Kota Tidore Kepulauan ditempati Kadispora Malut, Ansar Daaly. Staf Ahli Gubernur, Idham Umasangadji, menjadi Pjs Bupati Kepulauan Sula (Kepsul). 
 
Sementara untuk Pjs Taliabu diisi Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus pada Kemendagri, Drs. Maddaremmeng. Pelantikan keempat Pjs tersebut berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.82-2998,131.82-2999,131.82-3000,131.82-3001,131,82-3009 Tahun 2020 tentang penujukan penjabat sementara Bupati Wali Kota di 5 Daerah di Propinsi Maluku Utara.
 
Menariknya, tidak ada nama Pjs Bupati Haltim saat pelantikan. Padahal, 3 nama yang diusul Kadis Kelautan dan Perikanan Buyung Radjiloen, Kadis Koperasi Wa Jaria dan Inspektur Inspektorat Ahmad Purbaya.
 
Gubernur Abdul Gani Kasuba mengaku, belum dilantiknya Pjs Bupati Haltim lantaran belum disetujui oleh Mendagri. 
 
"Dari kementerian belum turun (ditetapkan) yang pasti dari tiga nama itu," kata Abdul Gani Kasuba kepada sejumlah wartawan usai pelantikan. 
 
Dia menegaskan, penjabat yang dilantik tidak memiliki kendaraan politik dalam Pilkada serentak 9 Desember. AGK bilang, tugas penjabat adalah untuk mengamankan Pilkada di daerah masing-masing. 
 
"Penjabat yang dikirim inikan ASN bukan untuk menjabat politik dan segala macam, tidak berpihak sana-sini," pungkas Gubernur. (ikh)
 
 
 
 
-
Peliput : Tim
Editor   : Ikram