Sekda Taliabu Reaktif, Pjs Bupati Tak Yakin Taliabu Zona Hijau

Salim Ganiru. (Foto: Ridwan/malutpost.id)

Bobong, malutpost.id -- Status Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara masuk zona hijau kasus covid-19 diragukan Penjabat Sementara Bupati Taliabu Drs. Maddaremmeng. Pernyataan Bupati utusan Mendagri itu, menyusul Sekertaris Kabupaten Pulau Taliabu Salim Ganiru dinyatakan reaktif rapid test oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Taliabu. 
 
"Soal katanya Taliabu masih zona hijau sampai sekarang, saya tidak percaya karena memang daerah ini belum pernah dilakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang merupakan metode pemeriksaan Covid-19. Kalau dikatakan zona hijau, toh hasilnya ada juga yang reaktif," ungkap Maddaremmeng dalam sambutan perdananannya dalam penjemputan di Kota Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Sabtu (3/10/2020). 
        
Untuk itu, Maddaremmeng menekan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pulau Taliabu agar fokus melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap virus korona terutama di tengah pelaksanaan pilkada saat ini. 
 
"Dua tugas utama yang menjadi fokus saya sebagai Pjs Bupati disini, yang kurang lebih lagi menyisahkan 60 hari lagi kedepan, yakni mengawal atas jalanya Pilkada, dan kedua, hentikan penyebaran covid-19. Saat ini saya banyak pekerjaan, saya tidak terpikirkan pergantian pejabat," ucap pejabat eselon II Kemendagri itu.
        
Informasi yang di himpun malutpost.id, menyebutkan, Salim Ganiru melakukan rapid test dua pekan lalu dengan hasil reaktif. "Hasil rapid testnya reaktif, belum dinyatakan positif, karena dia (Sekda,red) belum dilakukan swab," kata Sekertaris Satgas Covid-19, Pulau Taliabu, Sutomo Teapon saat ditemui wartawan di kediaman Pjs Bupati Taliabu, Sabtu (3/10/2020).
        
Sutomo bilang, untuk memastikan Sekda tertular virus atau tidak hanya diketahui setelah dilakukan swab dalam waktu dekat. "Saya sudah koordinasikan ke beliau (Sekda) agar ia diberangkatkan ke Kendari, Sulawsi Tenggara untuk berobat sekaligus dilakukan swab dan uji PCR," ucap Sutomo. 
       
Lebih lanjut Sutomo menambahkan, hasil rapid test dinyatakan reaktif bisa saja karena kelelahan atau faktor lainya. "Faktor kelelahan juga alat tersebut bisa deteksi reaktif, karena itu nanti kita lihat pada saat swabnya dan uji PCR nanti, beliu juga sudah 2 minggu ini isolasi mandiri di rumah," jelasnya. 
      
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly dihubungi malutpost.id belum menanggapi hingga berita ini ditulis. Sekadar diketahui, Kabupaten Taliabu hingga saat ini belum menemukan kasus positif covid sejak kasus pertama di Indonesia diumumkan. (rid)
 
 
 
 
-
Peliput : Ridwan Arif
Editor   : Ikram