Jurkam HT-UMAR dan FAM-SAH Segera Diadili

Muksin Amrin. (Foto: Abdul Fatah/Antara)

Ternate, malutpost.id -- Tujuh tersangka kasus pidana pemilu sebentar lagi bakal menjadi pesakitan. Pasalnya, berkas perkara kasus pengusiran terhadap anggota Panwascam di Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah oleh juru kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepulauan Sula Hendrata Thes-Umar Umabaihi sudah ditangan Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Kepsul. Demikian pula kasus penghinaan terhadap paslon nomor urut 2, Zulfahri Abdullah Duwila-Ismail Umasugi oleh salah satu jurkam paslon Fifian Adeningsi Mus-H. Saleh Marassabesy.

Ketua Bawaslu Maluku Utara, Muksin Amrin menuturkan, kasus tersebut saat ini tinggal menunggu persidangan di Pengadilan Negeri Sula. Menurutnya, pembahasan tahap satu dan dua telah dilewati Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakummdu).

“Berkasnya sudah pelimpahan P21 (dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti) dari penyidik Polres Sula ke Kejari Kepsul sudah,” kata Muksin kepada malutpost.id, Senin (2/11/2020).

Menurut Muksin, setelah tahap dua, kini penanganan perkara menjadi kewenangan jaksa untuk diajukan ke pengadilan. ”Tinggal waktu 7 hari kalau tidak salah kewenangan kejaksaan limpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan,” tandasnya.

Sementara Ketua Bawaslu Kepsul, Iwan Duwila membenarkannya. Menurut Iwan, Gakummdu telah menyerahkan berkas perkara dan barang bukti ke jaksa penuntut.

“Kasus ini sudah di teman-teman jaksa, jadi mungkin sudah diserahkan di pengadilan untuk disidangkan,” pungkas Iwan. Ketujuh tersangka tersebut diantaranya, Ketua Tim Pemenang BS, SN, SD, SB, dan dua anggota DPRD AU dan MN yang masih berstatus buron. Sedangkan jurkam FAM-SAH berinial JU. (ikh)

 

-

Peliput : Tim

Editor  : Ikram