Taufik Madjid, Putra Malut Pertama Jabat Sekjen Kemendes

Taufik Madjid saat dilantik menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Jakarta, Senin (2/11). (istimewa)

Jakarta, malutpost.id -- Karier birokrasi Taufik Madjid benar-benar mengesankan. Putra Maluku Utara ini resmi dilantik sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), kemarin (2/10). Nama Taufik pun tercatat sebagai birokrat asal Maluku Utara pertama yang menduduki jabatan strategis di level kementerian itu. Juga dalam usia yang relatif muda, yakni 49 tahun. "Ini amanah. Mohon doa dan dukungannya," ucap Taufik lewat pesan singkat kepada koran ini, kemarin.

Prosesi pelantikan yang berlangsung di kantor Kemendes PDTT ini dipimpin Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar. 

Taufik Madjid menjadi salah satu bukti, seorang birokrat yang kariernya terus melonjak. Memulai karier birokrasi dari Maluku Utara, Taufik Madjid merangsek hingga menduduki jabatan eselon 1a di lingkungan Kemendes PDTT. 

Menjadi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara, menjadi batu lonctan Taufik Madjid. Sejak tahun 2012 sampai 2014, Taufik mengabdi untuk Maluku Utara. Kemudian, pada tanggal 1 Agustus 2014, Taufik hijrah ke Jakarta. Dia dipercayakan menjadi Analisis Perencanaan Perhubungan, pada Badan Litbang Kementerian Perhubungan.

Tahun berikutnya, putra Maluku Utara kelahiran 1971 ini masuk Kementerian Desa. Di sana, Taufik menjabat sebagai Direktur Pengembangan SDA Kawasan Perdesaan, Ditjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi. Setahun berikutnya, 2016, Taufik dipercayakan sebagai Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi. Hanya butuh waktu satu tahun, alumni SMA 1 Ternate ini naik jabatan menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, PDT dan Transmigrasi RI pada tahun 2017. 

Sebelum dipercayakan menjadi Sekjen, putra Ngofa Kiaha ini dilantik sebagai Plt Sekjen pada 31 Agustus lalu. Saat itu, Taufik Madjid merangkap dua jabatan sekaligus, yakni sebagai Plt Sekjen dan jabatan definitifnya adalah Dirjen PPMD. Hanya dua bulan berstatus sebagai Plt Sekjen, pria kelahiran tahun 1971 ini akhirnya didefinitifkan sebagai orang nomor tiga di Kementerian Desa RI.

Pelantikan Taufik Madjid sebagai Sekjen tersebut, sebagai bagian dari langkah penataan birokrasi di Kemendes PDTT. Karena itu, Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar melantik Taufik Madjid sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen), di Jakarta, Senin (2/11) kemarin. Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan, Kemendes PDTT secara konsekuen dan sistemik melaksanakan penataan birokrasi, yang menjadi salah satu amanat Presiden RI Joko Widodo. Penataan birokrasi di lingkup Kemendes PDTT dalam rangka percepatan efektifitas dan efisiensi pelayanan dari pemerintah.

Penataan birokrasi ini bukan hal yang mudah, tapi harus dilakukan. Karena Beliau (Presiden, red) sangat konsisten dalam upaya percepatan efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan. Tentu itu juga merupakan harapan kita semua, ujarnya.

Gus Menteri mengatakan, perwujudan reformasi birokrasi bukan semata-mata terkait rotasi personalia, namun lebih kepada persoalan kinerja. Yang menjadi tolak ukur pertama dalam reformasi birokrasi adalah kinerja, tegasnya.

Menurutnya, reformasi birokrasi merupakan satu model yang dikembangkan dalam upaya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di semua institusi. Penguatan SDM ini akan terus bergerak menuju birokrasi yang benar-benar melayani masyarakat.

Utamanya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang tugasnya memang berat, dan harus melayani sebanyak 74.953 desa dengan segala variannya, tuturnya. 

Dilantiknya Taufik sebagai Sekjen Kemendes PDT dan Transmigrasi ini disambut bahagia publik Malut. Pemerintah Provinsi Malut bahkan merasa bersyukur atas dilantiknya mantan Kepala Dinas Perhubungan Malut ini sebagai Sekjen. "Kita sangat bersyukur ada putra daerah Malut yang menduduki jabatan penting di Republik Indonesia ini," kata Sekprov Malut, Samsudin Abdul Kadir, kepada //Malut Post// kemarin (2/11).

Menurutnya, sebagai putra daerah, Taufik tentu akan memperhatikan Maluku Utara. Sebelum menjabat sebagai Sekjen saja, Taufik sudah sangat mendukung agenda-agenda di Malut,. Apalagi agenda nasional yang akan diselenggarakan di daerah.  Inisiatif agar rapat terkait Sail Tidore ini dari beliau (Taufik Madjid, red). Tentu saja beliau sangat ingin pelaksanaan Sail berjalan sukses," tuturnya.

Samsudin juga berharap dengan jabatan strategis yang diduduki Taufik, ke depan bisa melobi teman-temannya di kementerian untuk memaksimalkan anggaran ke Malut.

Perasaan bangga juga datang dari Ketua DPRD Malut, Kuntu Daud atas pencapaian Taufik Madjid. Keberhasilan Taufik menjadi Sekjen di Kemendes tidak lepas dari kapasitas dan kemampuannya. "Kita sebagai putra daerah harus merasa bangga. Sebab tidak selamanya orang Malut yang berkompetisi di pusat, bisa sukses seperti beliau," ujarnya.

Malut merupakan daerah kepulauan dan memiliki banyak desa. Harapannya dengan dilantiknya Taufik Madjid sebagai Sekjen Kemendes, bisa membantu daerah ini yang memiliki banyak desa. " Kita harus satukan langkah dengan beliau untuk sama-sama mendorong agar desa-desa di Malut bisa lebih maju dan berkembang, tandas politisi PDIP ini. 

Selain Pemprov dan DPRD, apresiasi juga datang dari kalangan akademisi. Wakil Rektor III Unkhair, DR. Syawal Abdul Ajid.

Menurut Syawal, misi yang dibawakan Taufik Madjid adalah memperkuat desa sebagai kekuatan ekonomi. Hal ini sejalan dengan misi utama dari Kemendes.  Semoga visi besar dari Kemendes ini bisa tercapai dengan penempatan Taufik Madjid sebagai Sekjen, harap mantan Dekan Fakultas Hukum Unkhair ini. 

Syawal menilai, Taufik sangat layak menduduki jabatan Sekjen Kemendes. Jabatan yang diduduki ini merupakan sebuah prestasi yang prestisius. Kenapa, karena jenjang birokrasi yang didudukinya melewati jenjang tahapan. Dan itu tentu tidak mudah melewatinya. "Sangat layak. Beliau itu sangat bersentuhan langsung dengan desa waktu menjadi Dirjen, maka sangat layak jika jabatannya naik. Keberhasilan Taufik menjadi kebanggaan Maluku Utara, ujarnya. 

Dia berharap, ke depan putra-putra terbaik Malut lainnya juga bisa mengikuti jejak Taufik Madjid.(net/yun/cr-03/rul)