Miris, Siswa di Morotai Simulasi Ujian Online di Bawah Pohon Cengkeh

Siswa dua SD di Morotai saat mengikuti simulai UBKD di bawah pohon cengkeh, Selasa (8/12/2020). (Foto: Sofyan/malutpost.id)

Daruba, malutpost.id -- Simulasi Ujian Berbasis Kompetensi Daring (UBKD) beberapa sekolah di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara berlangsung miris, Selasa (8/12/2020).

Ketidakmerataan akses jaringan internet memaksa siswa SD Negeri Unggulan III dan SD GMIH Desa Sangowo Induk Kecamatan Morotai Timur harus menjalani simulasi di kebun cengkeh. Sebab, kebun tersebut merupakan lokasi terdekat agar para siswa bisa mengakses internet dan mengikuti ujian secara online dengan lancar.

Amatan malutpost.id, jarak antara sekolah dengan tempat ujian tidak kurang dari 7 kilometer. Simulasi tersebut berlangsung pukul 07.00-09.00 WIT, sehingga siswa harus ‘dievakuasi’ ke lokasi sebelum waktu pelaksaan. Seluruh kebutuhan ujian baik meja hingga laptop juga disiapkan di kebun cengkeh itu.

Kepala Sekolah SD Negeri Unggulan III, Idham Manake kepada mengatakan, pemindahan siswa ke kebun tersebut agar dekat dengan tower Telkomsel. Sebab, di Desa Sangowo, jaringan internet tidak stabil. "Memang sudah sejak lama jaringan internet di Desa Sangowo ini kurang stabil. Sehingga banyak sekali kendala-kendala ketika kami berurusan terkait hal-hal adminitrasi kami, semisalnya kirim lewat online itu sangat susah," kata Idham saat ditemui malutpos.id dilokasi ujian.

Menurut Idham, pihaknya pernah mengusulkan wifi ke Dinas Pendidikan Pulau Morotai agar dialokasikan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hanya saja, kata Idham, dinas beralasan untuk wifi ditingkat SD belum diperkenankan, sebab dalam rencana kerja sekolah (RKS) pos anggarannya tidak ada. "Jadi, kalau untuk jaringan wifi itu hanya ditingkat SMP dan SMA saja. Maka, dengan masalah tersebut kami sangat berharap kepada Pemda Pulau Morotai kiranya bisa mengambil langkah, agar dapat memperbaiki jaringan seluler internet. Kami juga berharap Dinas Pendidikan bisa mengambil langka terkait dengan masalah ini," harapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SD GMIH Desa Sangowo Induk, Felmi Debeturu meminta, pemerintah segera mengambil kebijakan untuk mengatasi keluhan jaringan seluler tersebut agar proses ujian online berjalan lancar. "Agar ujian UBKD yang akan datang jangan lagi seperti ini lagi," tutupnya.(tr-04)


-

Peliput : Sofyan Togubu

Editor : Ikram