Akademisi Ragukan Hitung Cepat LSI Denny JA di Pilkada Ternate

Muchtar Adam. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Akademisi Universitas Khairun Ternate, Muchtar Adam mempertanyakan hasil hitungan cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada Pilkada Kota Ternate yang memenangkan pasangan nomor urut 03 M Hasan Bay – Asghar Saleh.

Menurut Muchtar, publik telah memahami bahwa LSI tidak akurat, untuk itu dia meminta semua pihak menahan diri untuk tidak mempublikasikan kemenangannya dengan menunggu hasil yang akan di rilis KPUD. "Proses aktualnya sementara berjalan," kata Muchtar.

Muchtar menjelaskan, LSI perlu meluruskan terhadap hasil perhitungan cepat, terutama terhadap metode yang digunakan dari 422 TPS, oleh LSI mengungkap angka-angka yang sudah disajikan, namun disaat yang sama LSI tidak punya cukup keyakinan atas datanya. Walaupun begitu, kata Muchtar, data yang digunakan katanya telah 100 persen, artinya semua data yang disensus sudah masuk dalam model perhitungan.

"Atas keyakinan pada data, LSI mengungkap margin error, artinya apa unsur sampel yang belum diyakini kebenarannya, untuk diungkap sebagai keakuratan data yang disajikan dalam survei. Pertanyaan kemudian muncul apa yang dimaksud margin error oleh LSI sehingga tingkat keyakinan atas data 100 ditolak, dengan himbauan menunggu hasil perhitungan KPU," papar Muchtar.

Di katakannya, batas kesalahan (margin of error) dalam riset menggunakan statistika menunjukan besarnya kesalahan yang dapat diterima atas nilai duga (estimate) dari ukuran sampel survei. Apa yang dilakukan oleh LSI, lanjutnya, adalah cara disclaimer atas pernyataan sebelumnya, karena LSI menyadari bahwa data yang disajikan masih ada tingkat kesalahannya.

"Atas ikhtiarnya maka himbauan itu baik agar publik jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dengan data yang dimiliki LSI," tegas Muchtar.

Di singgung soal indikasi LSI menjadi konsultan politik salah satu calon, Muchtar enggan berspekulasi. Dirinya mengaku setuju dengan cara LSI membuat disclaimer pada laporannya tidak meyakini keakuratan data yang disajikan. Untuk itu, dia berharap agar pihak lain tidak menggunakan data ini sebagai dalil atau acuan.

Dia juga mengajak semua pihak untuk menahan diri dengan tidak mempublikasikan kemenangan sampai menunggu hasil yang dirilis oleh KPUD. "Karena peneliti LSI sudah membatasi ada margin error, artinya tingkat keyakinan masih ada celah tergantung pada metode yang digunakan berapa besar margin error yang ditetapkan peneliti. Proses aktualnya sementara berjalan, publik telah memahami bahwa LSI tidak akurat, untuk itu baiknya semua pihak menahan diri dan menunggu hasil yang akan dirilis KPUD," katanya.

Dia juga bilang, apapun hasil oleh KPU nanti akan bisa diuji oleh peneliti lain untuk menguji keakuratan LSI dalam pemanfaatan model survei. Jika hasil LSI makin jauh dari data rilnya, maka LSI tengah menguburkan kepercayaan lembaganya di depan publik, pun sebaliknya. Bahkan, prediksi LSI kata Muchtar, berbeda dengan perkembangan data KPU adalah bagian menguji kredibilitas LSI. 

"Kefatalan LSI ini bagian dari menguji integritasnya jika tidak maka pemilu kapan saja dilakukan di Malut, publik akan membangun ketidakpercayaan kepada LSI, atau sebaliknya, maka LSI lagi bertarung kredibilitasnya di depan publik Ternate atas keakuratan datanya,," pungkas Muchtar. (ikh)


-

Peliput : Tim

Editor   : Ikram