Minta HRS Dibebaskan, Ini Sikap Ormas Islam di Malut

Pembacaan sikap umat Islam Malut di masjid Al Munawwar Ternate. (Foto: Hasbi/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id - Umat Islam di Maluku Utara secara resmi menyampaikan sikap terkait status hukum Habib Rizieq Shihab (HRS) dan kematian 6 pengikutnya yang tewas di tangan polisi.

Pernyataan sikap itu disampaikan di Masjid Al Munawwar usai salat Jumat itu diawali dengan salat gaib.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate, H Usman Muhammad yang didampingi tokoh Islam menyatakan, memperhatikan aspirasi umat Islam yang berkembang, maka pihaknya ada beberapa sikap.

Pertama, pihaknya mengaku sangat sedih dan prihatin atas status hukum yang menimpa Habib Rizieq Shihab. Bagi mereka, HRS adalah ulama yang lurus dan menjadi simbol dakwah melawan nahi mungkar dan segala bentuk kemaksiatan dan kezaliman di Indonesia.

Karena itu, lanjut Usman, pihaknya meminta agar Habib Rizieq Shihab dibebaskan tanpa syarat. Kedua, pihaknya turut berduka cita atas meninggalnya 6 syuhada pengawal Habib Rizieq Shihab di tangan aparat keamanan.

Menurut Usman, nyawa warga negara harusnya dilindungi sebagaimana pesan konstitusi NKRI. Dan dalam pandangan Islam nyawa seorang muslim teramat mulia dan terhormat untuk ditumpahkan tanpa hak. 

"Karena itu kami meminta dan mendorong agar mengusut tuntas kasus penembakan 6 syuhadah oleh Komisi Hak Asasi Manusia HAM dan jika diperlukan pemerintah perlu membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen," kata Usman, Jumat (18/12/2020).

Ketiga, lanjut Usman, sebagai negara hukum, sejatinya hukum senantiasa menjadi panglima dan bukan kekuasaan yang memandu jalan penegakan hukum di Indonesia.

Karena itu, pihaknya meminta agar penegakan hukum harus menjunjung rasa keadilan dan tanpa diskriminasi.

Keempat, Ulama adalah pewaris para Nabi dan memiliki kedudukan mulia di hadapan Allah dan Rasul maka pihaknha meminta hentikan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam, terlebih kepada mereka yang kritis dan berbeda pandangan dengan penguasa.

"Kelima, kami mendukung sepenuhnya revolusi akhlak yang diserukan oleh Habib Rizieq Shihab sebagai sebuah solusi penyelesaian masalah umat dan bangsa," jelasnya.

Keenam, tambah Usman, pihaknya juga menyerukan dialog dan rekonsiliasi nasional antar ulama dan umara dan antara pemimpin dan rakyat demi kebaikan bangsa, negara dan agama.

Ketujuh, pihaknya mendesak pemerintah agar mengevaluasi dan mencopot jabatan semua pejabat negara yang dianggap ikut andil dalam penciptaan suasana kegaduhan dan merusak suasana kerukunan dan kemajemukan di Indonesia.

"Pernyataan sikap itu disampaikan Hasbunalallah Wa Nikma Wakil Nikma Maula Wa Nikma Nashir. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi para Ulama, Jabaib, Kyai, Ustad dan tuan guru dari segala makar orang-orang yang membenci mereka," jelasnya.

"Semoga Allah memenangkan perjuangan umat Islam demi tegaknya Izzah Islam di Indonesia," sambung Usman.

Pihaknya, tambah Usman, juga mendoakan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah kepada para pemimpin negara dari pusat hingga daerah. "Agar tetap amanah dan adil dalam melaksanakan mandat kepemimpinan demi kebaikan agama, rakyat dan negara," pungkasnya.

Pernyataan sikap itu dihadiri oleh Ormas dan OKP Islam, tokoh Islam, Badan Takmir Masjid, Remaja Masjid dan seluruh elemen Islam. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram