Oknum Perwira Polda Aniaya Perempuan di Ternate


Korban saat mendatangi Polda Malut membuat laporan polisi. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Oknum anggota polisi Polda Maluku Utara berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) berinsial AH harus berurusan dengan  hukum.

Pasalnya, perwira menengah itu dilaporkan ke Polda Malut lantaran diduga menganiaya Khaterin Febrina (34 tahun), warga Kota Ternate.

Peristiwa penganiayaan terhadap salah satu pengurus Pemuda Pancasila (PP) Malut itu terjadi di kediaman AH, Kelurahan Moya, Ternate Tengah, Sabtu (26/12/2020) sekira pukul 02.30 WIT dini hari.

Direktur Daulat Perempuan (Daurmala) Maluku Utara, Nurdewa Syafar saat ditemui di di RS Islam mengatakan, motifnya penganiayaan itu bermula dari salah paham keduanya.

Saat itu, AH mencurigai korban sedang merokok. AH lantas menegur, namun jawaban korban membuat AH tersinggung dan langsung memukul korban hingga hidungnya berdarah.

"Bahasa yang disampikan korban bahwa dia (korban) hanya perokok bukan pemakai narkoba dan sebagainya sehingga timbul emosi pelaku dan langsung melakukan kekerasan terhadap korban," katanya kepada wartawan, Ahad (27/12/2020).

Kata Dewa sapaan akrabnya, setelah menganiaya, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara agar diberikan obat. Usai diperiksa, korban langsung dipulangkan ke rumah AH.

"Korban tidak dirawat alasannya, korban hanya jatuh dari motor tidak menceritakan kejadian sebenarnya. Akhirnya dokter sampaikan untuk dirawat jalan saja. Korban mengatakan bahwa hidungnya di jahit," ujarnya.

Saat di rumah, kata Dewa, korban juga dilarang keluar atau beraktivitas, namun korban berhasil keluar melalui jendela saat AH tertidur. Ia lalu meminta pertolongan warga untuk mengantar korban ke rumah keluarganya.

"Korban berhasil keluar dari rumahnya itu hari Minggu kemarin pukul 10.30 pagi kemarin," ungkapnya.

Korban bersama keluarga lalu membuat laporan ke Polda Malut dan Propam. Usai membuat laporan, korban lalu dilarikan ke RS Islam untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

"Saya hari ini mendapingi korban atas tindakan pidana kekerasaan oleh oknum tersebut," tegasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Adip Rojikan ketika dikonfirmasi belum merespon hingga berita ini di tulis. (mg-07)


-

Peliput : Aksal Muin

Editor   : Ikram