Banjir di Halut, 7 Kecamatan Terendam, 1 Jembatan Putus

Banjir terjadi di Halmahera Utara saat ini merendam puluhan desa di 7 kecamatan, Sabtu (17/1/2021). (istimewa)

Tobelo, malutpost.id -- Sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara terendam banjir, Sabtu (16/1/2021).

Penyebabnya, air sungai meluap akibat hujan yang mengguyur sejak tadi malam. Kecamatan yang terendam yakni Loloda Kepulauan, Loloda Utara, Galela, Galela Barat, Galela Selatan, Galela Utara, dan Kao Barat.

"Iya, banjir ini karena hujan dari malam sampai hari ini," kata Pj. Sekda Halut, Yudihart Noya, kepada malutpost.id via telepon.

Menurut Yudihart, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan sungai di sejumlah desa meluap. Seperti yang terjadi di Kecamatan Kao Barat, meluapnya sungai Wailamo membuat enam desa terendam.

"Enam desa itu masing-masing Potago, Bailengit, Paseba, Tuguis, Somaetek dan Toboulamo, ketinggian air mencapai 100 centimeter," ujarnya.

Yudihart bilang, saat ini warga telah diungsikan ke daerah ketinggian. Mereka dievakuasi oleh TNI-Polri bersama Tim SAR gabungan.


Sementara, pemda telah menyalurkan makanan siap saji dan kebutuhan lainnya.

"Kita antisipasi mengungsikan mereka, karena ditakutkan terjadi hujan susulan dan banjir," ucapnya.

Sejauh ini, lanjutnya, belum ada laporan korban jiwa, hanya ternak dan lahan perkebunan yang terancam gagal panen.

Kondisi terparah juga terjadi di Kecamatan Galela Barat, akses jalan ke wilayah tersebut putus. Pasalnya, jembatan penghubung di Sungai Tiabo patah terseret banjir.

Sejumlah desa juga terendam banjir. "Hari ini sampai besok kita akan upayakan membuat jalan alternatif. Kita juga sudah sampaikan laporan ke gubernur," katanya.(cr-04)


-

Peliput : Ramlan Harun

Editor : Ikram