Tingkatkan Kapasitas Kehumasan, DJPb Gandeng Malut Post

DISKUSI: dari kiri, Wartawan Malut Post Suryani Tawary, Direktur Malut Post Faisal Djalaluddin, Kepala Kanwil DJPb Malut Bayu Andy Prasetya dan Kabag Umum DJPb Malut Mafud (foto humas DJPb for Malut Post). (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Direktorat Jenderal Perbendaharaan ( DJPb) Provinsi Maluku Utara (Malut) memandang penting penyebarluasan informasi yang terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DJPb. Karena itu, instansi yang dipimpin Bayu Andy Prasetya itu memiliki program khusus penulisan berita dan artikel di media massa.

"Hanya saja kami butuh saran dan masukan dari media dan wartawan sehingga informasi yang kami sampaikan memenuhi kaidah penulisan dan dapat dipahami masyarakat, khususnya informasi yang terkait tupoksi kami," ujar Kepala Kanwil DJPb Malut Bayu Andy Prasetya saat membuka diskusi peningkatan kapasitas kehumasan dan literasi di Kantor DJPb Malut, Kamis (21/1/2021).

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut, Direktur Malut Post Faisal Djalaluddin dan wartawan desk Ekonomi Malut Post Suryani Tawary. Direktur Malut Post Faisal Djalaluddin mengapresiasi upaya peningkatan kapasitas kehumasan dan literasi di internal DJPb. "Ini kali kedua, DJPb melakukan kegiatan ini. Ketrampilan menulis itu penting, terutama bagi aparatur kehumasan dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat," kata Faisal.

Faisal mengatakan staf kehumasan memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan atau informasi dalam rangka mengedukasi maupun meningkatkan citra institusinya. "Ini dibutuhkan ketrampilan tersendiri. Untuk menulis berita rilis dan artikel di media massa misalnya, penulisannya harus memenuhi kaidah jurnalistik. Pun harus dengan bahasa-bahasa yang lugas, sederhana dan dapat diterima secara umum," paparnya.

Karena itu, Faisal mengapresiasi langkah DJPb menggandeng media massa untuk sharing pengetahuan. Apalagi, lanjut Faisal, setiap institusi memiliki karakteristik tersendiri dan tupoksi masing-masing.

"Misalnya, kalau di DJPb, tupoksi lebih banyak soal anggaran dan mayoritas sumber daya manusianya memiliki spesialis akuntansi. Bagaimana menulis soal anggaran menjadi informasi di media massa yang menarik bagi pembaca?," ujar mantan Pemimpin Redaksi Malut Post ini.

Dia lantas menyampaikan sebuah formula umum dalam penulisan berita atau artikel mengenai anggaran atau angka-angka. "Kalau di DJPb kan banyak bicara anggaran atau angka-angka.

Angka-angka itu data. Data itu fakta. Nah agar bernilai bagai pembaca, data atau fakta harus menjadi makna. Contohnya angkanya naik, maknanya apa? Mengulas makna di balik angka-angka itu yang menarik bagi pembaca," kata Faisal. Selain Faisal, wartawan desk ekonomi Malut Post Suryani Tawary juga dalam kesempatan itu berbagi pengalaman dengan peserta diskusi. (tr-02/pn)


-

Peliput : Suryani Tawari