Fakta Baru Kasus Remaja Putri Digilir 7 Pria yang Diungkap Polisi

Ilustrasi kasus asusila terhadap anak. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Polsek Ternate Selatan bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pemerkosaan terhadap gadis 14 tahun di Ternate, Maluku Utara. Setelah menangkap 6 terduga pelaku, polisi juga mengungkap fakta baru. Ternyata korbannya dua orang berusia 15 dan 16 tahun, mereka diduga digilir secara bergantian oleh 7 remaja tersebut.  

Kapolsek Ternate Selatan, Iptu Supriyadi menjelaskan,  kasus tersebut bukan pemerkosaan melainkan persetububan anak di bawah umur. Menurutnya, peristiwa bejat terjadi pada, Sabtu (23/1/2021) di sebuah rumah salah satu kelurahan di Kecamatan Ternate Selatan.

Supriyadi mengungkapkan, pelaku diketahui berjumlah 7 orang yang berinsial JT (17 tahun), FT (17 tahun), HB (20 tahun), AS (21 tahun), FT (21 tahun) dan S (22 tahun), dan R. R sendiri masih diburu petugas karena berhasil kabur. 

Perwira dua balok itu menceritakan, peristiwa itu bermula saat kedua korban bersama satu temannya berjalan kaki dari Kelurahan Kayu Merah menuju ke pusat kota selepas Isya.

"Tapi belum sampai di pusat kota mereka bertemu dengan terduga pelaku insial R di lampu merah Bastiong,"ujar Kapolsek, malam tadi.

R yang saat itu menggunakan mobil angkot menawarkan tumpangan. Saat itu, kata Kapolsek, korban mengaku hendak bertemu temannya. Mendengar itu, R bersedia mengantar. "Setelah naik ke mobil mereka tidak di bawa ke rumah teman, tapi ke rumah R. Di rumah korban diajak ngobrol setelah itu korban berusia 15 tahun itu diajak bersetubuh,"katanya.

Beberapa pelaku lainnya juga ikut melakukan hal serupa kepada korban secara bergantian. "Kalau diperkosa pasti dia (korban) teriak, tapi korban tidak teriak jadi ini bukan pemerkosaan, tapi persetubuhan anak di bawa umur,"ucapnya.

Salah satu korban juga diduga digilir secara bergantian oleh semua pelaku. Menurut Supriyadi, korban mengaku tidak dipaksa oleh terduga pelaku. "Korban saat ditanya apakah itu dipaksa atau tidak, dia jawab tidak dipaksa dan kita juga lakukan visum,"katanya.

Kasus tersebut terungkap setelah orang tua korban melaporkannya ke polisi. Petugas saat ini masih mendalami keterangan semua saksi maupun korban. "Atas perbuataanya, pelaku diancam pidana dalam pasal 82 dan pasal 76E UU Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman 15 tahun,"tegasnya.(cr-04)


-

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram