Ketua PDIP Malut: Materi Gugatan SALAMAT ‘Kaleng-kaleng’

Muhammad Sinen. (istimewa)

Tidore, malutpost.id - Pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Tidore Kepulauan nomor urut 2, Capt Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen mengaku optimis akan memenangkan sengketa perkara hasil pemilihan (PHP) di Mahkamah Konstitusi besok.

Calon wakil wali kota nomor urut 2, Muhammad Sinen mengatakan, pihaknya telah menyiapkan seluruh jawaban selaku pihak terkait gugatan yang diajukan paslon nomor urut 3 Salahuddin Adrias - Muhammad Djabir Taha (SALAMAT).

Muhammad Sinen menilai, materi gugatan dari pemohon atau paslon SALAMAT di MK tidak memiliki bukti kuat seperti segel dibeberapa kotak suara dalam keadaan terbuka.

"Poin itu sudah siap dijawab oleh KPU Kota Tikep," kata Ayah Erik panggilan Muhammad Sinen, Kamis (28/1/2021).

Materi gugatan lain yang tidak kuat yakni penggunaan dana insentif daerah (DID) untuk kepentingan politik.

Sebab, perlu pembuktian hukum bukan pernyataan atau berpendapat secara liar.

"Materi-materi gugatan paslon SALAMAT itu telah dipelajari oleh badan bantuan hukum DPP PDI Perjuangan,"katanya.

Pihaknya meyakini gugatan tersebut akan ditolak pada sidang kedua di MK nanti karena gugatan dianggap mengada-ada. Apalagi perbedaan perolehan suara kemenangannya paslon Aman dan SALAMAT sangat berbeda jauh.

"Jadi saya minta paslon SALAMAT tidak usah bermimpi. Jangan buat gerakan tambahan lagi agar kami punya rasa belas kasih. Kalau masih buat gerakan tambahan pasti ada imbas politiknya lagi," ungkap Muhammad Sinen.

Lebih jauh, Ketua DPD PDI Perjuangan Malut itu mengatakan, tuduhan SALAMAT tentang penggunaan dana APBD tersebut salah sasaran. Pasalnya, selama menjalani masa kampanye, dirinya bersama calon wali kota Capt Ali Ibrahim telah mengajukan cuti sehingga selama masa kampanye itu diluar tanggungan negara.

"Jadi tuduhan mereka sangat keliru karena saat cuti itu ada Plt Wali Kota,"ujarnya.

Muhammad Sinen mengungkapkan, dirinya pernah berjuang untuk Salahuddin Adrias di 2010. Materi gugatan yang disampaikan ke Mahkamah Konstitusi saat itu juga mengada-ada.

"Materi gugatan mereka itu mengada-ada atau kaleng-kaleng saja,"ucap Ayah Erik.

Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat Tidore Kepulauan tetap tenang karena paslon Aman masih tetap melanjutkan kepemimpinan di 5 tahun kedepan.

"Semua DPD dan DPP PDI Perjuangan solid mengawal sengketa di MK,"tandasnya. (aby)



-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram