Sidang MK, SALAMAT Minta AMAN Didiskualifikasi

Sidang pendahaluan PHP Pilkada Tikep 2020 di Mahkamah Konstitusi, Selasa (29/1/2021). (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tidore Kepulauan Salahudin Adrias-Jabir Taha (SALAMAT) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi Paslon Capt Ali Ibrahim-Muhammad Sinen.

Hal itu disampaikan kuasa hukum SALAMAT, Rizaldi Limpas dalam sidang pendahaluan perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Tikep 2020, yang berlangsung, Selasa (29/1/2021).

Dalam petitumnya, tim hukum SALAMAT mengajukan sejumlah permohonan ke majelis hakim yang dipimpin Arief Hidayat. 

Menurut Rizaldi, pihaknya sadar soal selisih suara yang tidak memenuhi syarat formil kurang lebih 15 persen.

Namun, kata dia, pihaknya menyoroti sejumlah pelanggaran, seperti dugaan money politik yang menjurus ke tindak pidana korupsi.

"Penggunaan dana daerah, pada pengunaan yang tidak semestinya dan pada waktu yang tidak semestinya,"ungkap Rizaldi.

Sementara itu, petahana juga diduga menggerakkan ASN maupun SKPD. Kemudian, pleno KPU tidak menghadirkan bukti. Selanjutnya, ada kesalahan prosedural tidak sesuai ketentuan yang dilakukan petugas KPPS serta lainnya.

Sehingga, berdasarkan alasan hukum yang disampaikan dan bukti-bukti yang diajukan, maka Rizaldi menyampaikan bahwa MK dapat memutuskan sesuai dengan amar putusan.

"Menerima dan mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya,"pintahnya.

Rizaldi juga menambahkan, MK juga harus mendiskualifikasikan Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen sebagai pemenang Pilkada dan memerintahkan KPU Tidore Kepulauan untuk mencabut surat keputusan tentang penetapan hasil pleno perolehan suara serta menerbitkan surat keputusan tentang penetapan wali kota dan wakil wali kota terpilih Salahudin Andrias dan Jabir Taha sebagai pemenang kedua.

"Jika, majelis hakim Mahkamah Konstitusi berpendapat lain. Mohon putusan seadil-adilnya,"pungkasnya.(cr-04)