MHB-GAS Minta PSU di 5 Kecamatan, Ini Dalilnya

Tim Hukum Muhammad Hasan Bay dan Asghar Saleh, Ahmad Wakil Kamal, membacakan dalil dan petitum dalam sidang pendahuluan PHP di Mahkamah Konstitusi, Jumat (29/1/2021). (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Ternate, Muhammad Hasan Bay dan Muhammad Asghar Saleh (MHB-GAS) meminta pengumutan suara ulang (PSU) di 5 kecamatan di Kota Ternate.

Dalam sidang pendahuluan perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Ternate 2020 yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Arief Hidayat tersebut, Tm Hukum MHB-GAS meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ternate, melakukan PSU pada di semua TPS di 5 kecamatan.

Kuasa Hukum MHB-GAS, Ahmad Wakil Kamal, dalam sidang tersebut lebih awal ditanya terkait perolehan suara dari pemohon maupun pihak terkait. Perolehan suara MHB-GAS sendiri 26.307 suara sedangkan Paslon M Tauhid Soleman-Jasri Usman memperoleh 28.022 suara.

"Perbedaannya adalah 1.715 suara. Sedangkan, dua persennya 1.865 suara. Jadi, memenuhi unsur,"kata Ahmad.

Sehingga, majelis kemudian meminta untuk melanjutkan pada penyampaian dalil hingga pada petitum. Ahmad menjelaskan, dalil pengajuan sengketa Pilkada karena ada dugaan pencoblosan yang dilakukan lebih dari satu kali atau ada pemilih yang mencoblos tidak sesuai dengan alamat, domisili, KTP dan keterangan kelurahan berasal dari RT/RW yang lain.

"Seperti Ibrahim Rajab, domisili RT 04 RW 02  sesuai KTP. Seharusnya memilih sesuai domisilinya di TPS sebelas dan dua belas. Ini adalah pemilih tambahan,"ungkapnya.

Selain itu, terdapat  pemilih di bawah umur di TPS 06 Kelurahan Makassar Timur yakni Febrilaili yang lahir pada 23 Februari 2006. "Jadi, belum sampai, hanya empat belas tahun,"ucapnya.

Masih di kelurahan yang sama, terdapat nama pemilih sama antara pemilih ganda atas nama Abdilah Usuku dengan nomor DPT 323 dan ada lagi nomor urut lainnya.

Sementara di TPS 5 dan 6 di Kampung Makassar Timur, pemilih atas nama Gunawan terdaftar di TPS 12, juga melakukan pencoblosan dengan menggunakan surat model C pemberitahuan undangan atas nama orang lain.

Selain itu, TPS 12 Makassar Timur, ada pemilih orang lain atau pemilih tidak sah atas nama Muhammad Fadli yang mencoblos menggunakan surat model C atas nama Dahrun Ibrahim dengan nomor urut DPT 76 TPS 12 Makasar Timur  yang telah pindah.

Kemudian lanjut Ahmad, terdapat pemilih yang mencoblos berulang kali menggunakan surat model C di TPS 14 Makassar Timur yang sudah menyalurkan hak suara, namun memilih kembali di TPS 01 menggunakan KTP atas nama Masda.

Di TPS 20 Makassar Timur juga demikian, pemilih atas nama Anto Depaliwang yang berdomisili di RT 03 RW 02, adalah pemilih yang terdaftar di TPS 9, nomor urut 20, juga mencoblos kedua kalinya di TPS.

"Dalil yang kami ajukan kurang lebih 43 TPS, kebanyakan ada yang mencoblos dua kali, menggunakan model C milik orang lain, kemudian mencoblos menggunakan undangan, juga dia mencoblos di TPS lain dengan KTP,"ungkapnya.

Menurutnya, kondisi juga terjadi di Kecamatan Ternate Selatan, Ternate Tengah, Ternate Utara, Ternate Pulau dan Batang Dua. Sehingga, berdasarkan riwayat pemohon meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya dan membatalkan keputusan KPU Kota Ternate tentang penetapan hasil rekapitulasi Pilwako 2020, sepanjang perolehan suara pada TPS-TPS di Kecamatan Ternate Selatan, Ternate Tengah, Ternate Utara, Ternate Pulau dan Batang Dua.

"Memerintahkan kepada KPU untuk melakukan PSU di TPS-TPS yang dianggap dibacakan, di Kecamatan Ternate Selatan, Ternate Tengah, Ternate Utara, Ternate Pulau dan Batang Dua,"pungkasnya.(cr-04)


-

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram