Napi Ternate Dapat Kiriman Narkoba dari Napi Medan, Dibongkar BNNP Malut

Ketiga tersangka kasus narkoba berhasil dibekuk anggota BNNP Malut. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara kembali membongkar jaringan narkoba yang melibatkan narapidana di Ternate.

Kali ini, lembaga anti narkoba itu berhasil mengungkap jaringan antara narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate dengan napi di Lapas Medan, Sumatera Utara.

Dalam kasus ini anggota BNNP Malut berhasil menangkap seorang napi Lapas kelas IIA Ternate berinisial R alias Ping Ping yang diduga kuat menjadi bandar narkoba.

R merupakan tahanan BNNP yang tertangkap pada 2015. Selain R, petugas BNNP juga berhasil menangkap dua pelaku berinisial A alias Vanda (31 ) warga Kelurahan Salero dan IK alias Pisnu (45) warga Kelurahan Kalumpang, yang juga jaringan menjadi bisnis haram tersebut.

Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan, penangkapan ketiga pelaku ini berdasarkan informasi yang diperoleh petugas bahwa ada pengiriman paket barang dari Medan masuk ke Ternate. Petugas kemudian melakukan pengintaian disebuah kantor jasa pengiriman yang terletak di Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate.

"Sekira pukul 15.00, Senin, 1 Februari 2021 pelaku A menjemput barang di kantor jasa pengiriman sehingga langsung ditangkap,"ungkap Roy.

Roy bilang, hasil interogasi petugas diketahui paket berisi sabu seberat 1,25 gram itu diantar ke rumah IK di Kelurahan Salero. Sehingga petugas membawa pelaku A bersama paket kiriman untuk diantar ke rumah IK. Petugas langsung menangkap IK yang juga residivis kasus yang sama dirumahnya dan langsung membawa ke kantor untuk dimintai keterangan.

Dari keterangan IK, barulah diketahui mereka disuruh oleh R yang tengah mendekam di Lapas Ternate. Kali ini, lanjut Roy, dirinya langsung membawa petugas ke Lapas untuk berkoordinasi dengan Kalapas agar menangkap R untuk diproses lebih lanjut.

"Untuk proses pengungkapan kasus narkoba ini berlangsung selama dua hari, yakni Senin dan Selasa,"ungkap jendral bintang satu tersebut.

Narkoba serbuk tersebut diselundupkan ke dalam sepatu perempuan lalu dibungkus dengan kardus sepatu. Petugas juga menemukan sabu seberat 0,25 gram ditangan IK yang sudah pernah digunakan dan dijual.

"Pelaku IK sudah dua kali mengedarkan narkoba atas suruhan pelaku R,”akunya. Ketiga pelaku ini dikenai dengan pasal 111 ayat (1) dan pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara,"tegasnya.(cr-04)


-

Peliput : Ramlan Harun

Editor : Ikram