Pandemi Picu Kekerasan Anak dan Perempuan di Ternate Meningkat

Marjorie Amal. (Foto: Atir/ma)

Ternate, malutpost.id -- Angka kasus kekerasan anak dan perempuan di Kota Ternate terus bertambah di tahun 2020. Ini terungkap melalui rapat dengar pendapat antara Komisi III DPRD Kota Ternate dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA).

Rapat ini membahas program dinas tersebut di tahun 2021 terutama menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala Dinas PPPA Kota Ternate, Marjorie Amal mengatakan, pandemi Covid-19  menjadi salah satu pemicu bertambahnya angka kekerasan kasus terhadap anak dan perempuan di Ternate. Untuk itu, kata Marjorie, solusi ialah pada pola pengasuhan terhadap anak yang harus diperbaiki.

Marjorie menjelaskan, pada 2019 kekerasan terhadap anak yang terlapor berjumlah 5 kasus sedangkan pada perempuan sebanyak 9 kasus. Tetapi, di tahun 2020 meningkat dratis, yakni kekerasan terhadap anak 15 kasus dan pada perempuan 9 kasus.

"Pada bulan Januari tahun 2021 sudah tiga kasus yang terlapor pada kami,"ujarnya.

Marjorie menambahkan, hal ini disebabkan belum maksimal pola pengasuhan terhadap anak. Sehingga harus dimaksimalkan dan memperkuat pada unit layanan mulai dai Puspaga dan P2TP2 untuk mampu mencegah."Pada prinsipnya pengasuhan terhadap anak harus diperhatikan dengan serius,"tutupnya. (mg-03)


-

Peliput : Muhatir Badarudin

Editor   : Ikram